Gangguan Kepribadian Dependen ?

Gangguan Kepribadian Dependen adalah gangguan kepribadian cemas atau takut yang ditandai dengan kebutuhan untuk diurusi oleh orang lain yang sangat kuat dan berlebih lebihan, sebuah kondisi yang menghasilkan perilaku lengket dan takut berpisah.

Ciri ciri gangguan kepribadian Dependen menurut DSM-IV-TR meliputi :

  • Kebutuhan untuk diurusi orang lain yang sangat kuat dan berlebih lebihan yang menghasilkan perilaku submisif dan lengket serta takut untuk berpisah, yang berawal pada masa dewasa awal
  • Kesulitan dalam mengambil keputusan sehari hari tanpa nasihat dan dukungan dari orang lain
  • Menyandarkan diri pada orang lain untuk memikul tanggung jawab di bidang bidang yang penting dalam kehidupannya
  • Kesulitan dalam mengekspresikan sikap tidak setuju dengan orang lain karena takut kehilangan dukungan atau karena kurangnya rasa percaya diri
  • Kesulitan untuk memulai sebuah proyek atau melakukan berbagia hal sendirian karena kurang percaya diri
  • Berusaha keras untuk mendapatkan dukungan dan perhatian dari orang lain
  • Ingin segera mendapatkan hubungan baru untuk dijadikan sumber perhatian dan dukungan bila sebuah hubungan dekat berakhir
  • Terjebak secara tidak rasional dengan ketakutan untuk ditinggalkan dan harus mengurus diri sendiri.

Penderita gangguan kepribadian dependen tergantung pada orang lain ketika harus mengambil keputusan baik keputusan yang penting maupun yang bias biasa saja, yang menimbulkan ketakutan untuk diabaikan yang tidak masuk akal.

Individu individu dengan gangguan kepribadian dependen kadang kadang menyetujui pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapatnya sendiri untuk menghindari penolakan (Hirscfeld, Shea dan Weise, 1995).

Keinginannya untuk memperoleh dan pempertahankan hubungan yang suportif dan bersifat merawat dapat menghasilkan dciri ciri perilaku yang lain (Bornstein, 1997), termasuk sikap submisif, penakut dan pasif.

Penderita gangguan ini mirip dengan orang orang yang memiliki Gangguan Kepribadian Menghindar dalam hal perasaan tidak adekuat, sensitivitas terhadap kritik dan kebutuhan akan dukungan. Tetapi penderita Gangguan Kepribadian Menghindar merespon perasaan perasaan ini dengan menghindari hubungan, sementara mereka yang memiliki Gangguan Kepribadian Dependen meresponsnya dengan melekatkan diri pada hubungan (Hirschfeld, Shea dan Weise, 1991).

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s