Psikosomatis

21/03/2017

Psikosomatis atau yang biasa dikenal dengan somatisasi adalah gangguan fisik yang disebabkan oleh gangguan psikis.

Gejalanya bisa bermacam macam seperti perasaan nyeri ditusuk, rasa panas terbakar, gatal, sendawa, kembung, berdebar, kesemutan, mati rasa, migrain, maag, susah tidur, berdebar, keringat dingin, psoriasis dsb dan tidak jarang sering berpindah tempat dan berulang ulang.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh pola respon emosi terhadap ujian kehidupan (stimulus) yang terbalik. Jadi ibarat jalan searah, seharusnya kita berjalan searah dengan arah jalan menuju cita cita, harapan ataupun keinginan yang ada di depan, bukan malah menghindar atau menjauh.

Akibatnya terjadi situasi paradoks seperti pada kasus bipolar dimana jika kita berusaha menghadapinya akan menimbulkan rasa cemas, panik. Sebaliknya, jika kita menghindar dapat menimbulkan rasa kesal, malas, depresi dsb. dan jika keadaan tarik-menarik ini berlangsung secara terus menerus, maka berpotensi menimbulkan gangguan psikosomatis atau somatisasi.

Adapun pilihan terapi bisa dilakukan melalui dua cara yaitu pengobatan simptomatis dimana gejala yang menyertainya dihilangkan menggunakan obat obatan atau pengobatan causalis dimana penyebab cemasnya dihilangkan menggunakan psikoterapi, hipnoterapi atau Servoterapi, hanya saja pada pengobatan simptomatis biasanya hasil tidak permanen.

Ingin bebas dari psikosomatis? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Paranoid

04/03/2016

Paranoia adalah sebuah proses berfikir yang dipenuhi dengan prasangka buruk, sangat dipengaruhi oleh kecemasan atau ketakutan, sering ke titik delusi dan irasionalitas . [1]

Berpikir paranoid biasanya meliputi persecutory, atau keyakinan tentang adanya konspirasi terkait adanya ancaman yang dirasakan terhadap diri sendiri (misalnya “Semua orang sedang berusaha memburu atau ingin menjatuhkan saya “).

Paranoia berbeda dari fobia, yang juga melibatkan ketakutan irasional, tetapi biasanya tidak mencari kambing hitam.

Membuat tuduhan palsu dan ketidakpercayaan pada semua orang, juga sering merupakan gejala paranoia.

Sebagai contoh, terjadi sebuah insiden yang bagi kebanyakan orang akan dilihat sebagai kecelakaan atau kebetulan, sementara orang paranoid mungkin percaya itu sesuatu yang disengaja.

Lalu apakah tuduhan sabotase yang akhir akhir ini banyak beredar ruang publik tanpa pernah diketahui siapa pelakunya, juga termasuk kedalam proses berfikir paranoia ?

Biarlah para ahli yang menjawabnya.

Rujukan : https://en.wikipedia.org/wiki/Paranoia

Ingin menghilangkan Paranoia ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/