Teori Teori Hipnotis ?

Ada banyak teori kontroversial berkaitan dengan watak hipnotis yang sesungguhnya.

Profesor H. Bernheim, salah seorang perintis paling awal dalam bidang hipnotis, yang telah melakukan hipnotis lebih dari 10.000 kali, menisbatkan seluruh fenomena tersebut pada sugestibilitas (bias tidaknya seseorang disugesti).

Charcot menandaskan bahwa hipnotis hanyalah manifestasi tertentu dari hysteria. Pavlov percaya bahwa hipnotis dan tidur adalah identik. Dr. S.J. Van Pelt menganut teori yang mengatakan bahwa hipnotis tidak lebih daripada super konsentrasi pikiran.

Sigmund Freud, di sisi lain, menyimpulkan bahwa mekanisme hipnotis dapat dijelaskan atas dasar hubungan emosional (transferensi) yang dialami subjek terhadap pelaku hipnotis sebagai pengganti orang tua. Dia percaya bahwa tidak semua subjek dapat dihipnotis, bahwa dalam hipnotis subjek membangun terlalu banyak ketergantungan pada pelaku hipnotis dan karena alasan ini melepaskan hipnotis mendukung psikoanalisis.

Akan tetapi, sekarang kita tahu bahwa ini tidak benar. Hipnoterapis menekankan kebutuhan agar pasien dapat menopang dirinya secara emosional. Dia menggunakan teknik kontra transferensi yang sama dengan yang digunakan psikoanalis untuk mengimbangi ketergantungan pasien.

Sumber : Hipnotis, Frank S. Caprio, M.D., 2007.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/