Kapan Sebuah Pelatihan Berguna ?

Sewaktu coffee break “Pelatihan Motivasi”, kami pernah mendapat sebuah pertanyaan menggelitik dari seorang peserta, :”Pak… kenapa pelatihannya ngga’ diadakan di Puncak, kan bisa sekalian refreshing ?

Setelah melakukan evaluasi pelatihan serta mencoba memahami jalan berfikir ybs. hikmah yang dapat kami ambil al,

  1. Output pelatihan sangat dipengaruhi oleh “alasan” peserta mengikuti pelatihan.
  2. Pencapaian sasaran pelatihan sangat ditentukan oleh seberapa jauh pelatihan tersebut “dibutuhkan” peserta pelatihan.
  3. Sehingga … idealnya… permintaan “jenis” pelatihan harus dimulai dari “kebutuhan” peserta pelatihan.
  4. Dengan demikian, tugas seorang Manager HRD adalah memfasilitasi tersedianya “jenis” pelatihan yang diperlukan. Pastikan Anggaran, Daftar Pelatihan dan Spec yang sesuai dengan kebutuhan karyawan / persyaratan jabatan, sudah tersedia di awal tahun anggaran.
  5. Sebelum pengiriman peserta, pastikan topik pelatihan memang diinginkan / sesuai kebutuhan peserta.
  6. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan seleksi Lembaga Pelatihan yang profesional.
  7. Lembaga pelatihan tsb. harus memiliki instruktur yang dapat menangkap ataupun dapat membangkitkan “kebutuhan” peserta pelatihan.
  8. Terakhir, lakukan evaluasi hasil pelatihan, bandingkan dengan target pencapaian yang diinginkan.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Hati Hati dengan Pelatihan Pemrograman Otak Kanan !

Jika Anda seorang HRD Manager, tentunya sudah sering mendapat tawaran pelatihan motivasi yang memanfaatkan tehnik “Pengaktifan Otak Kanan”.

Secara metode, tehnik pemrograman otak kanan memang sangat efektif untuk pemrograman diri pribadi ataupun untuk tujuan pemberdayaan karyawan.

Tehnik ini dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan “hambatan psikologis” karyawan seperti takut gagal, takut mengambil resiko, takut mengalami penolakan, sehingga sangat tepat untuk digunakan di perusahaan perusahaan asuransi, MLM (Multi Level Marketing), Salesman, Marketer, dsb.

Demikian pula untuk perusahaan jasa yang sangat mengandalkan inner beauty, senyum dan kepedulian seperti di jasa perbankan, SPG, mode, kecantikan dsb.

Sedang untuk manufaktur sangat efektif dalam menghilangkan kebiasaan kerja yang buruk, digantikan dengan kebiasaan baik, dapat membantu menurunkan tingkat kelelahan karyawan sehingga tingkat reject, kecelakaan kerja ditekan dan sebaliknya produktifitas karyawan dapat ditingkatkan.

Namun yang harus diwaspadai adalah : Apakah metode pengaktifan otak kanan tersebut sudah di sesuaikan dengan nilai nilai Timur yang dikenal.

Contoh : Salah satu tehnik yang diterapkan di Barat penekanannya ada pada penonjolan ego individu seperti : “Aku dahsyat ! Saya luar biasa ! dsb.”. Kalau metode ini di adop mentah mentah maka beresiko “crashed” dengan nilai nilai yang biasa dikenal di Timur, yaitu yang dahsyat dan luar biasa adalah Tuhan. Hal inilah yang beresiko adanya peserta yang “error ataupun hang”.

Untuk itu pastikan metode yang akan diberikan sesuai dengan nilai nilai religius atau nilai nilai keTimuran.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/