Waktu Pelatihan Motivasi yang Tepat ?

Waktu pelatihan motivasi yang lazim dilakukan biasanya pada acara Family Gathering, Rapat Anggaran ataupun Pelatihan Penjualan dsb.

Biasanya pelatihan dilakukan out house, hal tersebut dimaksudkan agar pelatihan berjalan efektif. Sebetulnya ada waktu lain yang juga sangat efektif yaitu saat Promosi Karir dan Penerimaan Karyawan Baru. Kedua waktu ini merupakan “waktu emas”, hanya saja belum terlalu lazim dimanfaatkan oleh Departemen SDM dikarenakan pertimbangan tehnis dan praktis.

Dalam keadaan hati yang gembira, biasanya kandidat lebih siap untuk menerima sugesti positif (motivasi). Bisa jadi timing tersebut belum populer karena biasanya jumlah orang yang dipromosikan tidak terlalu banyak sementara kalau berhubungan dengan penerimaan karyawan baru, biasa fokus kepada orientasi lingkungan dan pekerjaan.

Kedua kendala ini dapat diatasi dengan mudah yaitu dengan cara menambah sesi pelatihan motivasi pada saat penerimaan karyawan baru. Sedang jika berhubungan dengan promosi jabatan dapat memanfaatkan Servo Clinic.

Hal apa saja yang dapat Servo Clinic lakukan :

1. Konsultasi sekaligus mengajarkan tehnik tehnik manajemen stress, manajemen diri sesuai level pekerjaaan / karir yang baru

2. Jika ada, membantu membuang hambatan hambatan psikologis seperti takut presentasi, fobia lift, fobia ketinggian, ataupun fobia naik pesawat. Sepintas problem tersebut bersifat sangat personal, akan tetapi sangat berpengaruh terhadap produktifitas ybs. di perusahaan

3. Membantu menaikkan level mental ybs. minimal satu tingkat lebih tinggi dari level tantangan. Maksudnya, seseorang yang melakukan pekerjaan yang baru (misal General Manager) tetapi masih menggunakan level mental yang lama (misal Manager) biasanya akan melihat pekerjaan barunya sebagai hal yang sulit rumit dan tidak mungkin. Tetapi jika level mentalnya dinaikkan satu tingkat lebih tinggi dibanding level pekerjaan (misal Direktur) biasanya ybs. dalam memandang pekerjaannya menjadi lebih mudah dan mungkin.

4. Membantu memprogram tujuan ataupun target fungsi kedalam mekanisme pencapaian positif yang bekerja secara bawah sadar.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

7 Alasan Kita Enggan Mencari Pertolongan ?

Memang betul, manajemen diri dapat dipelajari secara alamiah, namun bersifat untung untungan.

Jika kita berada pada lingkungan yang tepat, maka kepribadian kita berpeluang tumbuh dengan baik. Demikian sebaliknya, jika kita berada pada lingkungan yang salah, hal tsb. tidak saja beresiko menghambat pertumbuhan mental tetapi dapat mempengaruhi pencapaian prestasi dan masa depan kita.

Sayangnya pendidikan formal di Indonesia belum banyak meng-cover pada hal hal seperti manajemen keterampilan hidup, ilmu resiko, perencanaan masa depan ataupun pengelolaan stress dsb. sehingga jadi sangat tergantung dengan bagaimana lingkungan mendidik kita.

Dari pengalaman kami membantu kepada individu individu yang memiliki “hambatan psikologis” ternyata ada beberapa alasan mengapa mereka enggan mencari bantuan kepada ahlinya.

1. Tidak Sadar jika Bermasalah : Sering tidak disadari bahwa diri kita bermasalah, walaupun lingkungan disekitar sangat terganggu dengan sikap kita.

2. Pemahaman yang Salah : Mereka memahami tentang problem yang mereka alami sudah suratan takdir, sehingga pemecahan masalah hanya dipandang sebatas “tujuan”, sehingga jika sudah 2 sampai tiga kali mereka gagal mengatasi masalah berarti hal tersebut sudah merupakan suratan takdir.

3. Paradigma Usang : “Jangan bicarakan masalah pribadi kepada siapapun”. Padahal tidak semua masalah pribadi adalah aib. Akibatnya sering seseorang terpaksa harus menanggung problem tersebut sendiri. Padahal pada seseorang yang bermasalah, mereka berada dalam perangkap mental yang benar benar membuat mereka tidak berdaya, sehingga mustahil mereka menolong dirinya sendiri. Paradigma Modern berbunyi “Bicarakan masalah Anda pada orang yang tepat”

4. Perasaan Malu : Dapat difahami mengapa masalah kerahasiaan menjadi hal yang sangat penting bagi yang mengalami masalah. Hanya diperlukan satu hal negatif untuk membuat mereka merasa seolah olah orang yang paling sial, paling menderita dan paling gagal. Padahal mereka masih memiliki ribuan anugerah Tuhan seperti nikmat sehat, anak yang lucu, rejeki yang berlimpah, wajah yang cantik dsb.

5. Terapi yang Gagal : Merasa upaya memecahkan masalah akan sia sia. Padahal mendatangi alamat yang kurang tepat. Contoh membicarakan masalah perkawinan dengan lawyer. Membicarakan masalah keuangan dengan paranormal. Menghilangkan pusing dengan kerokan. Hal tersebut berpotensi terhadap gagalnya proses pemecahan masalah.

6. Tidak Tau harus Kemana : Walaupun kesadaran berubah telah ada akan tetapi informasi tentang harus kemana terbatas. Beli lah majalah kesehatan ataupun buku buku pengembangan pribadi.

7. Waktu terapi Lama : Kerjasama yang baik antara kita dengan konselor sangat diperlukan. Kesediaan untuk terbuka membantu masalah terpecahkan sangat cepat. Apalagi dengan ditemukannya metode Servo, waktu terapi yang panjang dapat dipersingkat menjadi 2 s/d 3 kali kunjungan. Waktu terapi yang terlalu lama akan menambah keengganan mencari pertolongan.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/