Pengendalian Diri?

Sering kita baca atau saksikan di media sosial ataupun media televisi tentang seorang pejabat, seorang pengusaha atau profesional yang sedang nyaman nyamannya berada dipuncak kesuksesan bisnis, karir ataupun finansial, tiba tiba tersandung oleh kasus kasus narkoba, korupsi, perselingkuhan, bahkan pembunuhan.

Bagi rakyat jelata yang menyaksikan peristiwa tersebut tentu sangat menyayangkan bagaimana mungkin status sosial, kenyamanan dan kemudahan hidup yang telah berhasil mereka raih, ditukar dengan tindakan tindakan bodoh dan beresiko kriminal sementara untuk mereka sendiri sebagai rakyat jelata, harus hidup membanting tulang dan tidak jarang mengharap kemurahan hati orang lain.

Memang bagi orang orang yang telah berhasil menemukan “jalan” menjemput rejeki, bisnis, karir dll, kehidupan finansial, status sosialnya dapat secara tiba tiba tumbuh melesat, namun yang sering dilupakan adalah dibalik kemudahan hidup juga secara bersamaan diiringi dengan jebakan, godaan dan ancaman tersembunyi yang dapat secara tiba tiba membuat hidup kita terjungkal.

Itu sebabnya menjadi penting disadari bagi siapapun pejuang kehidupan, semakin tinggi pertumbuhan bisnis, karir ataupun profesinya untuk juga melengkapi dirinya dengan pengayaan spiritual atau emosional, baik secara mandiri ataupun menggunakan pelatih pribadi (personal coach) sehingga hidup senantiasa seimbang.

Cara paling mudah untuk menyadarinya adalah dengan terus menjaga kehidupan spiritual, kebiasaan beribadah, kepekaan sosial dan yang tidak kalah penting adalah perhatian kepada keluarga.

Jika mulai terjadi perubahan perubahan kebiasaan baik, lebih mudah berbohong, mulai mengabaikan pasangan atau keluarga dsb. waspadalah, itu merupakan sinyal dibalik kesuksesan yang sedang diraih, Anda sedang berjalan menuju pinggir jurang.

Ingin pendampingan profesional? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Baper atau Baperan?

Tidak ada yang salah dengan bawa perasaan (baper) atau baperan, karena dengan baper kita jadi bisa menikmati hidup, mensyukuri berkat Allah SWT, menjalin hubungan emosional yang sehat dengan pasangan, menjadi sangat fokus saat mempelajari sebuah keterampilan, menjadi semakin kreatif dan lain lain.

Sayangnya dengan baper juga beresiko membuat seseorang menjadi sangat sensitif, mudah tersinggung, reaktif dan sakit hati padahal bisa jadi teman atau saudara kita sama sekali tidak bermaksud mengolok-olok, meremehkan, merendahkan, apalagi melukai perasaan kita.

Jadi yang menjadi persoalan bukan pada mana yang lebih penting antara menjadi pribadi yang baperan atau yang bersikap cuek, melainkan apakah “timing” penerapan sikap tersebut dilakukan pada waktu yang tepat atau tidak.

Lalu bagaimana jika pola respon diri sudah secara otomatis atau spontan, namun dengan karakter pola respon yang terbalik atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan?

Untuk ini diperlukan keberanian untuk menyatakan kepada diri sendiri bahwa yang bersangkutan memerlukan bantuan profesional untuk menyempurnakan pola respon diri yang benar dan produktif.

Kesadaran diri adalah “pintu” menuju perubahan kearah yang lebih baik, dengan atau tanpa bantuan profesional.

Ingin berubah dengan cara yang mudah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Operasi Kecantikan?

Secara normatif, operasi plastik adalah tindakan medis yang dititik beratkan pada tujuan perbaikan (rekonstruksi) atau penyempurnaan fungsi fisik pasien yang disebabkan oleh penyakit, cidera, penyakit bawaan seperti fungsi kulit, tengkorak, struktur rahang, tulang belakang, kaki, tangan, payudara, alat kelamin dsb.

Selain memberikan manfaat perbaikan (rekonstruktif), operasi plastik juga memberikan manfaat keindahan (estetika) pada kasus kelainan bawaan seperti jari berselaput, tanda lahir, bibir sumbing; pada kasus cidera seperti luka bakar, kecelakaan; pada tindakan bedah tumor atau kanker payudara dsb.

Lalu bagaimana dengan operasi kecantikan yang ditujukan untuk memperbaiki penampilan, menimbulkan kesan simetris atau proporsional, meskipun bagian yang dibedah tidak memiliki kelainan atau mengalami kerusakan seperti memperbesar atau memperkecil ukuran payudara, suntik botox, memancungkan hidung, membelah dagu, mengencangkan kulit, sedot lemak?

Berbeda dengan operasi plastik, pada umumnya operasi kecantikan lebih disebabkan oleh alasan psikis seperti rasa minder, tidak percaya diri akibat takut dinilai buruk oleh orang lain.

Dalam jangka pendek, operasi kecantikan memang dapat mengatasi masalah tersebut, namun dikarenakan faktor subjektif, biasanya kepuasan bersifat sementara dan semu, sehingga berpotensi menimbulkan dorongan (obsesi) untuk menyempurnakan terus menerus.

Itu sebabnya menjadi penting untuk mengetahui kapan sebuah operasi plastik diperlukan. Jika kebutuhan operasi lebih disebabkan oleh alasan psikis, maka terapi S.E.R.V.O jauh lebih berguna karena dapat mengembalikan rasa percaya diri dan kepuasan hakiki.

Ingin lebih percaya diri? KLIK > https://servo.clinic/alamat/