Takut Terkena Virus Covid 19

Senin, 10 Februari 2020, seorang pria India, menggantung dirinya karena mengira dirinya terkena virus Covid-19.

Peristiwa tersebut berawal saat ybs. memeriksakan kesehatan jantungnya dan dokter menyarankan agar dirinya mengenakan masker, karena menunjukkan adanya gejala terkena flu. Daily Star, Rabu (12/2).

Karena khawatir menulari keluarganya, ybs. berinisiatif mencari sendiri informasi mengenai gejala virus Corona di internet dan percaya jika dirinya terkena penyakit tersebut.

Sayangnya sebelum keluarga berhasil meyakinkan dirinya bahwa hal tersebut cuma flu biasa, ybs. telah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Pengalaman kami sebagai terapis menunjukkan, salah satu penyebab serangan panik dipicu dari kebiasaan browsing mengenai penyakit diinternet (perlu diteliti lebih lanjut).

Untuk itu, bagi seseorang yang memiliki riwayat gangguan kecemasan (kronis), tidak disarankan untuk mencari sendiri, info tentang penyakit yang dideritanya, karena mentalnya berpotensi terkunci.

Saat seseorang mencocokkan gejala penyakit yang dirasa dengan info gejala penyakit yang dibaca, lalu membuat kesimpulan sendiri, maka dirinya seolah sedang divonis sakit, padahal bukan oleh dokter.

Jadi khusus yang memiliki riwayat gangguan kecemasan, jika merasa tubuh kurang sehat, segera hubungi dokter dan apabila oleh dokter dinyatakan sehat namun tetap merasa cemas silakan hubungi kami https://servo.clinic/alamat.

Panic Buying

Dengan adanya pernyataan resmi dari pemerintah tentang 2 orang yang positif terkena virus Covid 19 menimbulkan kepanikan baru.

Kali ini tidak hanya terjadi kelangkaan masker saja, melainkan tisu basah, hand sanitizer, bahkan sembakopun ikut ikutan habis diborong.

Hal ini tentu saja semakin memperburuk keadaan dan jika tidak teratasi dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan masalah baru berupa perilaku belanja yang tidak rasional seperti panic buying.

Kenapa hal tersebut dapat terjadi?

Sudah menjadi fitrah manusia tentang adanya kebutuhan akan rasa aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas sehari hari seperti ke sekolah, ke kantor, ke mall, ke tempat tempat umum dll.

Untuk itu diperlukan jaminan keselamatan, terbebas dari resiko terkena Covid 19 selama melakukan aktifitas sosial dan jika hal tersebut tidak bisa diperoleh dari lingkungan yang kondusif, maka secara otomatis melakukan panic buying sarana pelindung diri.

Dan jika wabah berlangsung lama, apalagi jika disertai tindakan pembatasan mobilitas, karantina, isolasi oleh instansi terkait, dapat mendorong penduduk untuk memborong apa saja guna melindungi kebutuhan keluarganya.

Jika setelah wabah usai, namun dorongan untuk menyetok barang masih tetap tinggi, maka hal tersebut merupakan salah satu gejala terkena CBD (compulsive buying dissorder).

Ingin bebas CBD? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Banjir Hari ini

Kata “banjir hari ini” ternyata menjadi kata kunci pilihan dari para pemburu berita (trending topic).

Ada banyak alasan yang melatar belakangi pemilihan kata tersebut, mulai dari rasa ingin tau kondisi terakhir Jabodetabek, mencari jalur alternatif ke kantor, mencari bahan berita, melampiaskan hasrat balas dendam pada lawan politik hingga kecanduan berita tentang banjir, dll.

Lalu kenapa seseorang berpotensi menjadi kecanduan berita tentang banjir?

Semakin maraknya media sosial, entah disadari atau tidak, mendorong seseorang untuk selalu memperbaharui info terkininya, apalagi jika ybs. merasa eksistensinya semakin diakui, akibat info lengkap yang dimilikinya.

Bagaimana jika dengan sedikit menggeser koleksi info banjir sebagai sumber nyaman, menjadi koleksi info banjir sebagai sarana penggalangan bantuan, sarana pencegahan, sarana pertolongan atau evakuasi, sarana pencegahan membuat lebih banyak warga yang terbantu, mau?

Ingin bebas kecanduan? KLIK > https://servo.clinic/alamat/