Kecerdasan Diri?

Terdapat perbedaan nyata antara kecerdasan mengendalikan pikiran (intelligence quotient) dengan kecerdasan mengendalikan emosi atau perasaan (emotional quotient) dan dengan kecerdasan mengendalikan spiritual (spiritual quotient).

Kemampuan seseorang dalam mengendalikan pikiran (IQ) merupakan sebuah keterampilan dalam membangun sebuah gagasan, imajinasi, alasan/argumen, pemilihan diksi, alibi, persiapan, penalaran, perencanaan, solusi yang sistematis dan logis dari sebuah tindakan terukur, sehingga mencapai hasil atau memperoleh manfaat sebesar besarnya dengan resiko sekecil kecilnya.

Adapun kemampuan mengendalikan perasaan (EQ) merupakan sebuah keterampilan seseorang dalam mengelola persepsi, penerimaan diri, respon bawah sadar, keinginan, dorongan (obsesi), cara bereaksi, kepedulian, penghargaan, kepercayaan sehingga ybs. merasa lebih nyaman.

Sedang kecerdasan spiritual (SQ) merupakan keterampilan seseorang dalam membuat pilihan yang sesuai dengan makna atau paling tidak mendekati dengan nilai nilai kebenaran atau norma, moral, keyakinan ataupun agama yang diyakininya.

Pada kenyataannya ketiga keterampilan tersebut harus diterapkan secara bersamaan (simultan) dan pada timing yang tepat agar ybs tumbuh dalam kepribadian yang positif, sehat dan produktif.

Dengan demikian saat seseorang mengalami sebuah peristiwa yang dirasa tidak sesuai dengan yang diinginkan, maka yang bersangkutan tetap bereaksi dengan cara yang tepat, proporsional, halal dan dengan resiko yang sekecil kecilnya.

Ingin mampu mengendalikan diri? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Kleptomania?

Heboh soal pencurian coklat di sebuah mini-market di Tangerang Selatan oleh seorang wanita yang mengendarai mobil mewah cukup menyita perhatian publik di media sosial.

Hal tersebut menjadi kontroversi karena karyawan mini-market tersebut malah yang dituntut balik oleh pelaku pencurian karena dengan menyebarkan video peristiwa tersebut di media sosial, ybs. dianggap telah melanggar UU ITE.

Mudah mudahan hal tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang bijak karena memang hal tersebut bukanlah hal yang penting.

Dalam terminologi psikologi, tindakan mencuri seperti peristiwa di atas, biasa disebut sebagai kleptomania yaitu sebuah dorongan untuk mencuri barang yang tidak berharga atau tidak penting (impulse control disorder) meskipun secara finansial yang bersangkutan mampu untuk membelinya.

Sama halnya dengan dorongan negatif lainnya seperti keinginan untuk memamerkan alat kelamin atau payudara (eksibisionis), keinginan untuk melukai atau menyakiti orang lain dsb., meski secara keilmuan hal tersebut dapat dikecualikan sebagai sebuah kesengajaan, namun tetap beresiko mendapat hukuman sosial bahkan pidana.

Biasanya dorongan tersebut dilakukan tanpa sadar atau kalaupun yang bersangkutan menyadari bahwa tindakan tersebut berimplikasi hukum, ybs. merasa tidak berdaya untuk melawannya.

Itu sebabnya jika Anda merasa memiliki dorongan abnormal yang beresiko dituntut secara hukum, segeralah meminta bantuan profesional, pada kesempatan pertama.

Terapi hanya bisa dilakukan jika terapi memang diinginkan sendiri oleh ybs.

Ingin bebas dorongan negatif yang beresiko hukum? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Pengendalian Diri?

Sering kita baca atau saksikan di media sosial ataupun media televisi tentang seorang pejabat, seorang pengusaha atau profesional yang sedang nyaman nyamannya berada dipuncak kesuksesan bisnis, karir ataupun finansial, tiba tiba tersandung oleh kasus kasus narkoba, korupsi, perselingkuhan, bahkan pembunuhan.

Bagi rakyat jelata yang menyaksikan peristiwa tersebut tentu sangat menyayangkan bagaimana mungkin status sosial, kenyamanan dan kemudahan hidup yang telah berhasil mereka raih, ditukar dengan tindakan tindakan bodoh dan beresiko kriminal sementara untuk mereka sendiri sebagai rakyat jelata, harus hidup membanting tulang dan tidak jarang mengharap kemurahan hati orang lain.

Memang bagi orang orang yang telah berhasil menemukan “jalan” menjemput rejeki, bisnis, karir dll, kehidupan finansial, status sosialnya dapat secara tiba tiba tumbuh melesat, namun yang sering dilupakan adalah dibalik kemudahan hidup juga secara bersamaan diiringi dengan jebakan, godaan dan ancaman tersembunyi yang dapat secara tiba tiba membuat hidup kita terjungkal.

Itu sebabnya menjadi penting disadari bagi siapapun pejuang kehidupan, semakin tinggi pertumbuhan bisnis, karir ataupun profesinya untuk juga melengkapi dirinya dengan pengayaan spiritual atau emosional, baik secara mandiri ataupun menggunakan pelatih pribadi (personal coach) sehingga hidup senantiasa seimbang.

Cara paling mudah untuk menyadarinya adalah dengan terus menjaga kehidupan spiritual, kebiasaan beribadah, kepekaan sosial dan yang tidak kalah penting adalah perhatian kepada keluarga.

Jika mulai terjadi perubahan perubahan kebiasaan baik, lebih mudah berbohong, mulai mengabaikan pasangan atau keluarga dsb. waspadalah, itu merupakan sinyal dibalik kesuksesan yang sedang diraih, Anda sedang berjalan menuju pinggir jurang.

Ingin pendampingan profesional? KLIK > https://servo.clinic/alamat/