Cara Tidur ?

Bagi seseorang yang mengalami gangguan tidur atau insomnia maka bisa tidur adalah sesuatu yang sangat diharapkan dan mewah.

Berbagai cara tidur akan dicoba agar bisa tidur, mulai dari mengkonsumsi makanan, suplemen, vitamin hingga obat obatan atau manajemen tidur seperti olah raga ringan sejam sebelum tidur, mandi air hangat, cuci kaki sebelum tidur, mendengarkan musik, berdoa hingga mengikuti sesi terapi seperti akupuntur, bekam, pijat ataupun hipnoterapi.

Namun tidak jarang hasilnya nihil karena saat memulai tidur, anda masih berusaha keras untuk tidur, pikiran masih terus aktif meskipun sedang tidak memikirkan masalah, atau bisa juga sempat tertidur namun sebentar kemudian terbangun dan yang lebih parah saat ingin melanjutkan tidur Anda merasa tetap terjaga.

Adapun penggunaan obat obatan ataupun suplemen, biasanya bersifat sementara dan seiring bertambahnya waktu, dosis yang biasanya dikonsumsi tidak lagi mempan sehingga perlu ditambah, padahal ini tentu saja kurang baik bagi kesehatan organ tubuh dan berpotensi menimbulkan ketergantungan.

Lalu adakah cara untuk tidur yang mudah dan cepat sehingga kita bisa tidur dimanapun, kapanpun seperti saat kita masih kanak kanak?

Dalam pemahaman kami sebagai terapis, peristiwa tidur hanyalah peristiwa alami yang akan terjadi dengan sendirinya {otomatis} saat tubuh merasa perlu diistirahatkan setelah lelah berkegiatan sebelumnya. Mekanisme tersebut sama otomatisnya dengan produksi asam lambung yang berlebih saat tubuh memerlukan asupan makan.

Jadi yang membuat seseorang susah tidur bukanlah karena masalah tidurnya itu sendiri, melainkan adanya penyebab yang membuat pikiran seseorang selalu dalam kondisi terjaga (aktif} dan ini biasanya disebabkan oleh adanya trauma atau luka batin yang terjadi di masa lalu.

Ingin tidur nyenyak? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Obat Maag Tidak Mempan?

Apakah Anda merasa segala macam obat maag tidak lagi mempan dengan keluhan lambung Anda?

Berbagai jenis suplemen seperti herba, jamu, madu, obat maag OTC, bahkan obat paten yang diresepkan dokterpun telah dicoba, namun tetap tidak mampu membuat lambung merasa nyaman.

Bahkan cara meminumnyapun sudah dilakukan sesuai anjuran dokter yaitu 30 hingga 60 menit sebelum makan, namun tidak banyak membantu.

Kenapa demikian?

Kebanyakan orang mengira bahwa gangguan lambung disebabkan oleh gangguan medis, padahal hampir sebagian besar gangguan lambung merupakan sinyal tubuh bahwa Anda mengalami kecemasan kronis.

Memang betul, terdapat gangguan lambung yang disebabkan oleh adanya infeksi akibat bakteri Escherichia Coli di dalam saluran pencernaan namun dalam kondisi normal bakteri tersebut diperlukan untuk membantu sistem pencernaan.

Itu sebabnya terapi seharusnya difokuskan pada mengatasi penyebabnya yaitu sumber cemasnya, bukan pada akibatnya dimana kelebihan asam lambung dinetralkan dengan antasida.

Apalagi jika obat lambung dikonsumsi secara berlebihan berpotensi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan seperti gangguan pada fungsi otot, gangguan pada ginjal akibat hiperkalsemia, meningkatkan resiko terkena infeksi, gangguan pernafasan, tulang keropos, sembelit, batu ginjal.

Ingin bebas asam lambung? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Parno Covid-19?

Belum lagi usai penanganan wabah Covid-19 sejak Desember 2019, baru baru ini di Inggris, dikabarkan telah ditemukan virus Corona strain baru VUI-202012/01 atau B117 yang memiliki kecepatan penularan 70% lebih cepat.

Bahkan mutasi virus tersebut juga ditemukan di Belanda, Swedia, Denmark, Australia, Jepang, Prancis, Spanyol, Swiss, Afrika Selatan dan guna mengantisipasi hal tersebut pemerintah Indonesia memberlakukan lockdown, melarang warga asing masuk ke Indonesia mulai tanggal 1 hingga 14 Januari 2021.

Luasnya cakupan negara yang terkena wabah, lamanya waktu yang diperlukan hingga ditemukan vaksin yang tepat dan masifnya berita dimedia sosial tentu saja berpotensi memicu kecemasan global.

Tidak sedikit orang orang menjadi khawatir, waspada berlebihan dan panik, seperti Sarah Edwards, wanita muda asal Inggris yang terobsesi melakukan tes Corona setiap minggunya hingga menghabiskan dana sekitar 64 juta rupiah, guna memastikan dirinya tidak terkena virus Covid-19.

Begitu pula beberapa klien yang menghubungi SERVO Clinic, juga menceritakan hal yang serupa dimana timbul rasa cemas dan panik yang tidak terkendali dikarenakan takut tertular virus. Bahkan hal tersebut bisa mengenai kesemua lapisan termasuk yang berpendidikan tinggi, pejabat ataupun pengusaha.

Hal ini tentu saja berpotensi menghabiskan banyak sumber daya mulai dari biaya, waktu, tenaga, pikiran yang seharusnya bisa dicurahkan untuk hal hal yang produktif dan bermanfaat.

Adapun gejala parno Covid-19 meliputi:
a. Suka berfikir jangan jangan terkena Covid-19
b. Sering cuci tangan atau menggunakan hand sanitazer berulang ulang pada satu waktu
c. Kecanduan mencari informasi mengenai Covid-19 di internet
d. Terobsesi melakukan swab test berulang ulang
e. Menggunakan masker berlapis lapis
f. Khawatir secara berlebihan, apabila menyangkut anggota keluarga.

Ingin bebas parno Covid-19? KLIK > https://servo.clinic/alamat/