FOBIA (Phobia) ?

Fobia adalah ketakutan yang kuat dan abnormal seseorang terhadap suatu objek ataupun situasi tertentu.

Fobia dapat terbentuk oleh sugesti negatif yang dipupuk, rentetan peristiwa yang sangat buruk, menakutkan ataupun menyakitkan dimasa lalu. Semakin ekstrim intensitas peristiwanya, semakin kuat potensi fobianya. Kebanyakan fobia terjadi pada masa kanak kanak walaupun dapat juga terjadi saat dewasa.

Ciri ciri psikis antara lain muncul rasa cemas atau takut, tetapi tanpa dasar yang jelas dan cenderung panik. Ciri fisik antara lain gemetar, nafas menjadi cepat dan jantung berdebar debar.

Bagaimana mekanisme terbentuknya fobia ?

Saat seseorang mengalami rentetan peristiwa buruk (traumatis) ataupun ekstrim, timbul ketegangan luar biasa. Karena tubuh manusia tidak mungkin terus menerus tegang, upaya peredaan ketegangan biasanya dilakukan manusia secara tanpa sadar melalui mekanisme pertahanan diri dengan cara penekanan (repression) gangguan tersebut ke bawah sadar.

Jika seseorang tidak mampu mengatasi peristiwa traumatis tersebut, praktis pertumbuhan normal mentalnya mengalami degradasi ataupun terhenti (fiksasi). Pada peristiwa fiksasi tersebut, mental kita membentuk konfigurasi mental tertentu dan relatif permanen. Dikemudian hari jika terdapat stimulan yang sama atau mirip, maka pola respon yang akan dipakai adalah pola respon yang terakhir dikenal atau biasa disebut regresi.

Pada kebanyakan orang, fobia dianggap tidak penting ataupun mengganggu dirinya. Sesungguhnya Fobia sangat merugikan pertumbuhan normal mental kita dan biasanya kerugian tersebut baru disadari saat semuanya sudah sangat terlambat (kehilangan waktu, kesempatan dan kehidupan sosial).

Apa kerugian yang mengalami Fobia ?

1. Energi mental untuk tumbuh / naik derajat menjadi terkuras karena habis digunakan untuk merespon ujian dengan “cara” yang salah.
2. Berisiko menghambat karir, jika fobia berhubungan dengan produktifitas atau pekerjaan.
3. Mengganggu kehidupan sosial ataupun keluarga.
4. Menjadi “model” atau teladan yang salah bagi bawahan kita, anak anak kita, dalam mensikapi persoalan.
5. Dapat merembet ke fobia lainnya.

Bagaimana cara melepaskan diri dari fobia ?

1. Melawannya secara frontal. Tetapi cara ini tidak disarankan, karena selain “menyakitkan”, jika gagal, beresiko memperparah fobia.
2. Melawan dengan emosi lain yang lebih kuat. Misal : rasa jijik dapat dikalahkan dengan motivasi uang “Fear Factor”. Takut gelap, dikalahkan dengan keinginan menemani pacarnya ketempat gelap ???.
3. Desensitisasi : Berlatih menghadapi sumber fobia secara sengaja dan bertahap.
4. Hypnotherapy / hipno terapi
5. Servotherapy

Dengan Servotherapy, klien di bantu melakukan katarsis (pelepasan ketegangan) dan konfigurasi mental sewaktu mengalami trauma di tata ulang.

Keuntungan dengan Servotherapy antara lain :
– Cepat : lebih singkat dibanding penggunaan tehnik asosiasi bebas (psikoanalisa), cognitive behavior therapy (CBT), dll.
– Efektif : lebih efektif dibanding pengendalian melalui prosedur atau sistim imbalan
– Rasional : bebas mistik dan dapat diterima akal sehat
– Universal : bersifat universal dan telah disesuaikan dengan karakter ke-Timuran sehingga aman terhadap agama, keyakinan, cara berfikir dan budaya yang kita anut
– Aman : bebas dari resiko ketergantungan
– Mudah : tanpa ritual dan syarat tertentu
– Nyaman : memberikan rasa nyaman tanpa menimbulkan perasaan gelisah, kehilangan emosi ataupun rasa sakit tertentu
– Praktis : bekerja secara otomatis dan kenyamanan puncak dapat langsung dirasa
– Reborn : seolah terlahir kembali tanpa merasa menjadi orang lain
– Kerahasiaan Terjamin : kerahasiaan / privacy terjamin
– Permanen : perubahan relatif permanen.
– Manfaat lain : berguna menghilangkan stress dengan cepat (kurang dari 5 menit).

Syarat mengikuti Servoherapy, terapi memang diinginkan oleh yang bersangkutan. Jika terapi dimaksudkan untuk Anggota keluarga, maka tahapan konsultasi “mutlak” harus dilalui, dengan tujuan “mengaktifkan” kebutuhan untuk berubah dan kesediaan menjalani terapi dari ybs. terlebih dulu. Jika dipandang perlu oleh terapis, anggota keluarga terkait harus bersedia diterapi pula.

Ingin bebas fobia? KLIK > https://servo.clinic/alamat/