Sakit hati ?

Sakit hati biasanya terjadi akibat ketidak siapan mental seseorang dalam menghadapi kenyataan dirinya dihina, direndahkan, dikhianati ataupun dizalimi.

Sosok pembuat sakit hati dapat dari orang yang tidak dikenal, akan tetapi kebanyakan berasal dari lingkaran terdekat atau orang yang semula sangat dipercayai seperti sahabat, pacar, mertua ataupun pasangan hidup.

Seseorang yang merasa sakit hati biasanya memposisikan dirinya sebagai sebagai korban, pihak yang dirugikan, atau pihak yang “dizalimi”.

Ketidak siapan menerima kenyataan dihina ataupun dikhianati oleh orang yang pernah dekat justru menimbulkan kesenjangan emosi yang sangat lebar, bahkan bertolak belakang antara harapan dengan kenyataan sehingga timbul perasaan sakit hati.

Ketidak mampuan seseorang menghadapi peristiwa tersebut dapat menyebabkan terjadinya fiksasi (terkuncinya emosi negatif) dan dikemudian hari berpotensi berubah menjadi dendam.

Kemarahan yang berubah menjadi dendam justru merusak pertumbuhan normal mental yang bersangkutan dan di dalam ilmu agama termasuk salah satu penyakit hati.

Jika peristiwa tersebut membuat dirinya tidak dapat mempercayai siapapun, dapat dipastikan kehidupan sosialnya menjadi sangat terganggu.

Bisa saja terjadi orang yang menyebabkan sakit hati sudah melupakan dirinya, sementara si “sakit hati” selalu dihantui peristiwa tersebut.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/