Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif adalah gangguan kepribadian cemas atau takut yang ditandai oleh pola terjebak dengan keteraturan yang sangat kuat, perfeksionisme, dan kontrol mental serta interpersonal dengan mengorbankan fleksibilitas, keterbukaan dan efisiensi.
Ciri ciri gangguan kepribadian Obsesif Kompulsif menurut DSM-IV-TR meliputi :
- Pola terjebak dengan keteraturan yang sangat kuat, perfeksionisme dan kontrol mental serta interpersonal dengan mengorbankan fleksibilitas, keterbukaan dan efisiensi
- Terjebak dengan detail, peraturan, aturan, daftar, organisasi atau jadwal sampai ke tingkat kehilangan poin pokok aktifitasnya
- Perfeksionisme yang mengganggu penyelesaian tugas
- Menyerahkan diri pada pekerjaan dan produktifitas sampai ketingkat berlebih lebihan sehingga melupakan kegiatan hiburan dan pertemanan
- Terlalu teliti, cermat dan tidak fleksibel tentang masalah masalah yang terkait dengan moralitas, etika atau nilai nilai
- Tidak mampu mengabaikan benda benda yang tidak penting meskipun benda benda itu sama sekali tidak memiliki nilai sentimental.
- Tidak mau mendelegasikan tugas atau bekerja bersama orang lain kecuali jika mereka mau mengikuti cara kerjanya
- Mengadopsi sikap kikir baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain, karena takut tidak memiliki simpanan bila terjadi bencana di masa datang
- Rigid dan keras kepala.
Orang orang yang memiliki Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif ditandai oleh adanya kemandekan / fiksasi untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan benar.
Meskipun banyak orang mungkin iri terhadap ketekunan dan dedikasinya, tetapi terjebak dengan detail ini justru membuat mereka tidak dapat menyelesaikan banyak hal.
Seperti banyak ciri gangguan kepribadian lainnya, orang dengan gangguan kepribadian ini sangat jarang pergi ke bioskop atau menghadiri pesta atau melakukan hal hal yang tidak berhubungan dengan psikologi. Karena rigiditas umumnya, orang orang ini cenderung memiliki hubungan interpersonal yang buruk (Pfohl dan Blum, 1995).
Kombinasi tertentu gangguan ini dengan pengalaman yang tidak menguntungkan di masa kanak kanak dapat memunculkan pola perilaku yang mengganggu. Disalah satu ujung spektrum perilaku, sering dijumpai gangguan kepribadian obsesif kompulsif diantara anak anak berbakat yang perfeksionismenya bisa bersifat melemahkan (Nugent, 2000).
Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.
Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/