Asam Lambung GERD

Apakah ada hubungannya antara GERD dengan gangguan Asam Lambung?

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah peradangan yang terjadi di daerah tenggorokan yang disebabkan oleh isi lambung (reflux) yang naik kembali ke tenggorokan (esophagus).

Dalam keadaan normal, makanan yang sudah sampai di lambung secara otomatis tidak dapat kembali ke tenggorokan karena tertahan oleh klep sfingter esophagus bagian bawah, namun saat produksi asam lambung berlebih, apalagi jika disertai tekanan akibat gas lambung maka dapat menyebabkan isi lambung (reflux) kembali ke tenggorokan.

Sifat dari asam lambung yang memiliki kadar asam yang tinggi (pH antara 1-3), dalam jangka panjang dapat menggerus lapisan bagian dalam dari kerongkongan (esophagus) sehingga menimbulkan peradangan. Peristiwa peradangan inilah yang dirasakan sebagai sensasi nyeri hebat, tidak jarang juga disertai perasaan panas terbakar.

Terdapat beberapa cara untuk mengatasinya seperti pemberian antasida (bersifat basa) yang berfungsi menetralisir sifat asam dari isi lambung (reflux) sehingga dapat meredakan rasa nyeri, mual dan perasaan terbakar. Atau dapat pula dengan cara berpantang mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu GERD seperti coklat, peppermint, makanan berlemak, kopi ataupun alkohol. Mengurangi porsi makan, mengatur posisi kepala agar lebih tinggi dari lambung, berhenti merokok, mengatur waktu makan 2-3 jam sebelum tidur dsb.

Namun terdapat cara mengatasi yang jauh lebih efektif yaitu dengan cara mengatasinya pada akar masalah yang menyebabkan produksi asam lambung berlebih dari yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan. Apakah cara tersebut?

Pastikan diri Anda terbebas dari gangguan kecemasan yang disebabkan oleh trauma atau luka batin dimasa lalu. Tidak terselesainya masalah Anda pada kesempatan pertama, dapat menyebabkan hal tersebut menjadi pola yang berulang (atau yang biasa disebut sebagai kebiasaan negatif), semakin terakumulasi dan menjadi rentan terpicu oleh sumber stress lainnya.

Ingin bebas asam lambung GERD? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Kecanduan Belanja?

Apakah Anda termasuk orang orang yang mempersiapkan diri menyongsong Single Day atau Hari Jomblo?

Bahkan beberapa toko online menyelenggarakan program discount besar besaran seperti Lazada 11.11, Shopee 11.11, BliBli 11.11, Zalora 11.11.

Apalagi adanya hasrat belanja terpendam yang tertahan akibat adanya pembatasan pembatasan internasional guna mencegah meluasnya wabah Covid 19, semakin berpotensi menimbulkan kalap belanja, khususnya produk produk mewah.

Yang harus diwaspadai adalah, apakah setelah Hari Jomblo berlalu, dorongan belanja Anda masih tetap berlebihan, sehingga rumah Anda dipenuhi dengan barang barang baru, namun tidak penting?

Jika iya atau jika dorongan tersebut bahkan semakin menjadi jadi, maka hampir dipastikan Anda mengalami apa yang biasa disebut sebagai shopaholic atau kecanduan belanja.

Dorongan tersebut timbul karena Anda tanpa sadar menjadikan belanja sebagai sarana menemukan zona nyaman, sama halnya dengan sarana lain seperti rokok, alkohol, narkoba dll

Jadi discount besar hanyalah pemicu untuk mengaktifkan dorongan belanja akibat tumpukan kecemasan yang tidak terselesaikan pada kesempatan pertama.

Seharusnya yang diatasi adalah sumber cemasnya, bukan melawan keinginan belanjanya karena semakin tinggi tumpukan kecemasan Anda maka akan semakin tinggi dorongan belanjanya.

Ingin bebas dari kecanduan belanja? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Obat Kuat vs Multi Orgasme

Persoalan yang sering dialami suami istri saat berhubungan intim adalah gagal memahami keinginan pasangan.

Terkadang dalam persepsi seorang istri, suami bersikap egois, terburu buru dan hanya mementingkan dirinya sendiri, sebaliknya dalam persepsi seorang suami, istri dingin, pemarah dan terpaksa dalam melayani suami.

Bahkan tidak jarang hubungan intim dijadikan sebagai alat “sandera” saat istri menginginkan sesuatu atau dijadikan sebagai imbalan jika istri diberi sesuatu.

Adapun penggunaan obat kuat tidak banyak membantu karena saat seks tidak diinginkan, penggunaan obat kuat justru dapat menimbulkan rasa nyeri, bahkan iritasi pada istri.

Hal ini tentu saja berpotensi merugikan kedua belah pihak dimana suami cenderung kesal dan merasa gagal memuaskan pasangannya dan istri cenderung merasa malas, menghindar dan merasa bersalah.

Padahal letak kepuasan seorang suami justru muncul saat menyaksikan istrinya mengalami multi orgasme dan letak kepuasan seorang istri justru saat bisa merasakan multi orgasme tanpa henti.

Ingin merasakan multiorgasme ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/