Kecanduan Belanja?

Apakah Anda termasuk orang orang yang mempersiapkan diri menyongsong Single Day atau Hari Jomblo?

Bahkan beberapa toko online menyelenggarakan program discount besar besaran seperti Lazada 11.11, Shopee 11.11, BliBli 11.11, Zalora 11.11.

Apalagi adanya hasrat belanja terpendam yang tertahan akibat adanya pembatasan pembatasan internasional guna mencegah meluasnya wabah Covid 19, semakin berpotensi menimbulkan kalap belanja, khususnya produk produk mewah.

Yang harus diwaspadai adalah, apakah setelah Hari Jomblo berlalu, dorongan belanja Anda masih tetap berlebihan, sehingga rumah Anda dipenuhi dengan barang barang baru, namun tidak penting?

Jika iya atau jika dorongan tersebut bahkan semakin menjadi jadi, maka hampir dipastikan Anda mengalami apa yang biasa disebut sebagai shopaholic atau kecanduan belanja.

Dorongan tersebut timbul karena Anda tanpa sadar menjadikan belanja sebagai sarana menemukan zona nyaman, sama halnya dengan sarana lain seperti rokok, alkohol, narkoba dll

Jadi discount besar hanyalah pemicu untuk mengaktifkan dorongan belanja akibat tumpukan kecemasan yang tidak terselesaikan pada kesempatan pertama.

Seharusnya yang diatasi adalah sumber cemasnya, bukan melawan keinginan belanjanya karena semakin tinggi tumpukan kecemasan Anda maka akan semakin tinggi dorongan belanjanya.

Ingin bebas dari kecanduan belanja? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Obat Kuat vs Multi Orgasme

Persoalan yang sering dialami suami istri saat berhubungan intim adalah gagal memahami keinginan pasangan.

Terkadang dalam persepsi seorang istri, suami bersikap egois, terburu buru dan hanya mementingkan dirinya sendiri, sebaliknya dalam persepsi seorang suami, istri dingin, pemarah dan terpaksa dalam melayani suami.

Bahkan tidak jarang hubungan intim dijadikan sebagai alat “sandera” saat istri menginginkan sesuatu atau dijadikan sebagai imbalan jika istri diberi sesuatu.

Adapun penggunaan obat kuat tidak banyak membantu karena saat seks tidak diinginkan, penggunaan obat kuat justru dapat menimbulkan rasa nyeri, bahkan iritasi pada istri.

Hal ini tentu saja berpotensi merugikan kedua belah pihak dimana suami cenderung kesal dan merasa gagal memuaskan pasangannya dan istri cenderung merasa malas, menghindar dan merasa bersalah.

Padahal letak kepuasan seorang suami justru muncul saat menyaksikan istrinya mengalami multi orgasme dan letak kepuasan seorang istri justru saat bisa merasakan multi orgasme tanpa henti.

Ingin merasakan multiorgasme ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Meningkatkan Kualitas Pasutri?

Kebanyakan problem pasangan suami istri (pasutri) pemula adalah masalah komunikasi dalam hal seks.

Biasanya, suami pemula tidak tau cara untuk menggairahkan istri tercinta sementara istri pemula malu untuk memulai sebuah ajakan “berpesta”.

Akibatnya sang suami pemula cenderung mengambil posisi menyerang, terburu buru, kasar, egois dan tidak jarang memaksakan kehendak, sementara sang istri pemula cenderung mengambil posisi menunggu, malu, pasif, dingin dan tidak jarang enggan karena alasan nyeri saat berhubungan.

Padahal bagi seorang pria, kegagalan dalam memuaskan pasangan merupakan persoalan harga diri dan dapat menjadi penyebab suami pemula mengalami ejakulasi lebih dini dari yang seharusnya.

Selanjutnya mudah ditebak, “lem” perekat hubungan suami istri tidak lagi menjadi istimewa, berubah rutin dan hambar.

Hal ini tentu saja berpotensi membuka peluang petualangan “saru”, perselingkuhan, cemburu buta, pertengkaran yang tidak perlu.

Bagaimana jika dengan menyempurnakan komunikasi pasutri, hubungan seks Anda kembali seperti pengantin baru, mau?

Ingin meningkatkan kualitas pasutri ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/alamat/