Operasi Kecantikan?

Secara normatif, operasi plastik adalah tindakan medis yang dititik beratkan pada tujuan perbaikan (rekonstruksi) atau penyempurnaan fungsi fisik pasien yang disebabkan oleh penyakit, cidera, penyakit bawaan seperti fungsi kulit, tengkorak, struktur rahang, tulang belakang, kaki, tangan, payudara, alat kelamin dsb.

Selain memberikan manfaat perbaikan (rekonstruktif), operasi plastik juga memberikan manfaat keindahan (estetika) pada kasus kelainan bawaan seperti jari berselaput, tanda lahir, bibir sumbing; pada kasus cidera seperti luka bakar, kecelakaan; pada tindakan bedah tumor atau kanker payudara dsb.

Lalu bagaimana dengan operasi kecantikan yang ditujukan untuk memperbaiki penampilan, menimbulkan kesan simetris atau proporsional, meskipun bagian yang dibedah tidak memiliki kelainan atau mengalami kerusakan seperti memperbesar atau memperkecil ukuran payudara, suntik botox, memancungkan hidung, membelah dagu, mengencangkan kulit, sedot lemak?

Berbeda dengan operasi plastik, pada umumnya operasi kecantikan lebih disebabkan oleh alasan psikis seperti rasa minder, tidak percaya diri akibat takut dinilai buruk oleh orang lain.

Dalam jangka pendek, operasi kecantikan memang dapat mengatasi masalah tersebut, namun dikarenakan faktor subjektif, biasanya kepuasan bersifat sementara dan semu, sehingga berpotensi menimbulkan dorongan (obsesi) untuk menyempurnakan terus menerus.

Itu sebabnya menjadi penting untuk mengetahui kapan sebuah operasi plastik diperlukan. Jika kebutuhan operasi lebih disebabkan oleh alasan psikis, maka terapi S.E.R.V.O jauh lebih berguna karena dapat mengembalikan rasa percaya diri dan kepuasan hakiki.

Ingin lebih percaya diri? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Aplikasi Pencari Jodoh?

Terdapat beberapa aplikasi yang menawarkan fitur pertemanan atau pencari jodoh internasional seperti Tinder, MeetMe, Badoo, OkCupid, Bumble, Tantan atau pencari jodoh nasional seperti Taaruf ID, Setipe, Kepo, Taman Surga, Jodoh Ideal dll.

Masing masing aplikasi menawarkan kemudahan dan keunggulan sesuai dengan kriteria masing masing seperti basis pengguna yang besar, filter konten pornografi, kemudahan navigasi, khusus wanita atau pria yang memulai inisiatif atau bisa keduanya, kesamaan suku, minat atau agama, radius tempat tinggal yang berdekatan, layanan konsultasi, berbasis ilmu psikologi, proteksi yang lebih aman terhadap perempuan dsb.

Namun terdapat beberapa resiko penyalah gunaan yang patut diwaspadai seperti penggunaan profil atau identitas palsu, sebagai sarana kejahatan, para pemburu seks dsb. Hal ini tentu saja kurang menguntungkan bagi kaum wanita, kenapa demikian?

Jika pihak wanita bersikap pasif atau menunggu, maka ybs. menjadi rentan untuk ditipu atau dimanfaatkan oleh lawan jenis. Sebaliknya jika pihak yang wanita bersikap aktif, maka ybs. dapat dipersepsikan sebagai wanita agresif atau “perempuan matre”, padahal sebelum memutuskan apakah sebuah hubungan layak dilanjutkan atau tidak, diperlukan banyak informasi akurat mengenai calon pasangan yang akan dipilih.

Itu sebabnya menjadi penting jika aplikasi memungkinkan si pengguna melakukan cross check atau memperoleh rekomendasi dari pihak ketiga yang independen.

Atau jika tidak, pastikan calon pasangan pria sendiri yang secara aktif meyakinkan kepada para wanita, tanpa diminta.

Ingin tips mencari jodoh? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Berhenti Sebelum Kecanduan?

Pernahkah kita merasa sulit sekali menghentikan kebiasaan tertentu seperti sulit menghentikan kebiasaan makan banyak, kebiasaan main HP, kebiasaan mabuk, kebiasaan judi, kebiasaan merokok, kebiasaan seks, kebiasaan korupsi, kebiasaan bersih bersih, kebiasaan ngerumpi, kebiasaan menghujat dsb.?

Jika iya, berarti kita secara tanpa sadar sudah menjadikan kebiasaan tersebut sebagai zona nyaman untuk menurunkan kecemasan tersembunyi yang ada di dalam diri kita. Akibatnya jika kita menghentikan kebiasaan tersebut, maka diri kita akan kembali bergeser ke area kecemasan tersembunyi.

Itu sebabnya meminta seseorang untuk berhenti dari kecanduan adalah sebuah hal yang sangat mustahil, kecuali diri yang bersangkutan sendiri yang menginginkannya karena jika dipaksa untuk melepaskan kebiasaan tersebut sama artinya meminta yang bersangkutan untuk merasakan cemas kembali, padahal justru rasa cemas inilah yang ingin dihindari.

Jadi cara untuk mengatasi kecanduan adalah dengan menghilangkan akar masalah yang menjadi penyebab rasa cemasnya muncul sehingga jika rasa cemasnya turun maka kebutuhan yang bersangkutan untuk bersembunyi di zona nyaman juga menjadi berkurang bahkan hilang.

Jadi berhenti sebelum kecanduan, menandakan seseorang memiliki kendali yang baik atas dirinya dan menjadi tanda bahwa pertumbuhan emosional yang bersangkutan sangat sehat dan ini sering terjadi dikeluarga yang memiliki latar belakang komunikatif, terbuka dan harmonis.

Ingin bebas dari kecanduan? KLIK > https://servo.clinic/alamat/