Baper atau Baperan?

Tidak ada yang salah dengan bawa perasaan (baper) atau baperan, karena dengan baper kita jadi bisa menikmati hidup, mensyukuri berkat Allah SWT, menjalin hubungan emosional yang sehat dengan pasangan, menjadi sangat fokus saat mempelajari sebuah keterampilan, menjadi semakin kreatif dan lain lain.

Sayangnya dengan baper juga beresiko membuat seseorang menjadi sangat sensitif, mudah tersinggung, reaktif dan sakit hati padahal bisa jadi teman atau saudara kita sama sekali tidak bermaksud mengolok-olok, meremehkan, merendahkan, apalagi melukai perasaan kita.

Jadi yang menjadi persoalan bukan pada mana yang lebih penting antara menjadi pribadi yang baperan atau yang bersikap cuek, melainkan apakah “timing” penerapan sikap tersebut dilakukan pada waktu yang tepat atau tidak.

Lalu bagaimana jika pola respon diri sudah secara otomatis atau spontan, namun dengan karakter pola respon yang terbalik atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan?

Untuk ini diperlukan keberanian untuk menyatakan kepada diri sendiri bahwa yang bersangkutan memerlukan bantuan profesional untuk menyempurnakan pola respon diri yang benar dan produktif.

Kesadaran diri adalah “pintu” menuju perubahan kearah yang lebih baik, dengan atau tanpa bantuan profesional.

Ingin berubah dengan cara yang mudah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Operasi Kecantikan?

Secara normatif, operasi plastik adalah tindakan medis yang dititik beratkan pada tujuan perbaikan (rekonstruksi) atau penyempurnaan fungsi fisik pasien yang disebabkan oleh penyakit, cidera, penyakit bawaan seperti fungsi kulit, tengkorak, struktur rahang, tulang belakang, kaki, tangan, payudara, alat kelamin dsb.

Selain memberikan manfaat perbaikan (rekonstruktif), operasi plastik juga memberikan manfaat keindahan (estetika) pada kasus kelainan bawaan seperti jari berselaput, tanda lahir, bibir sumbing; pada kasus cidera seperti luka bakar, kecelakaan; pada tindakan bedah tumor atau kanker payudara dsb.

Lalu bagaimana dengan operasi kecantikan yang ditujukan untuk memperbaiki penampilan, menimbulkan kesan simetris atau proporsional, meskipun bagian yang dibedah tidak memiliki kelainan atau mengalami kerusakan seperti memperbesar atau memperkecil ukuran payudara, suntik botox, memancungkan hidung, membelah dagu, mengencangkan kulit, sedot lemak?

Berbeda dengan operasi plastik, pada umumnya operasi kecantikan lebih disebabkan oleh alasan psikis seperti rasa minder, tidak percaya diri akibat takut dinilai buruk oleh orang lain.

Dalam jangka pendek, operasi kecantikan memang dapat mengatasi masalah tersebut, namun dikarenakan faktor subjektif, biasanya kepuasan bersifat sementara dan semu, sehingga berpotensi menimbulkan dorongan (obsesi) untuk menyempurnakan terus menerus.

Itu sebabnya menjadi penting untuk mengetahui kapan sebuah operasi plastik diperlukan. Jika kebutuhan operasi lebih disebabkan oleh alasan psikis, maka terapi S.E.R.V.O jauh lebih berguna karena dapat mengembalikan rasa percaya diri dan kepuasan hakiki.

Ingin lebih percaya diri? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Aplikasi Pencari Jodoh?

Terdapat beberapa aplikasi yang menawarkan fitur pertemanan atau pencari jodoh internasional seperti Tinder, MeetMe, Badoo, OkCupid, Bumble, Tantan atau pencari jodoh nasional seperti Taaruf ID, Setipe, Kepo, Taman Surga, Jodoh Ideal dll.

Masing masing aplikasi menawarkan kemudahan dan keunggulan sesuai dengan kriteria masing masing seperti basis pengguna yang besar, filter konten pornografi, kemudahan navigasi, khusus wanita atau pria yang memulai inisiatif atau bisa keduanya, kesamaan suku, minat atau agama, radius tempat tinggal yang berdekatan, layanan konsultasi, berbasis ilmu psikologi, proteksi yang lebih aman terhadap perempuan dsb.

Namun terdapat beberapa resiko penyalah gunaan yang patut diwaspadai seperti penggunaan profil atau identitas palsu, sebagai sarana kejahatan, para pemburu seks dsb. Hal ini tentu saja kurang menguntungkan bagi kaum wanita, kenapa demikian?

Jika pihak wanita bersikap pasif atau menunggu, maka ybs. menjadi rentan untuk ditipu atau dimanfaatkan oleh lawan jenis. Sebaliknya jika pihak yang wanita bersikap aktif, maka ybs. dapat dipersepsikan sebagai wanita agresif atau “perempuan matre”, padahal sebelum memutuskan apakah sebuah hubungan layak dilanjutkan atau tidak, diperlukan banyak informasi akurat mengenai calon pasangan yang akan dipilih.

Itu sebabnya menjadi penting jika aplikasi memungkinkan si pengguna melakukan cross check atau memperoleh rekomendasi dari pihak ketiga yang independen.

Atau jika tidak, pastikan calon pasangan pria sendiri yang secara aktif meyakinkan kepada para wanita, tanpa diminta.

Ingin tips mencari jodoh? KLIK > https://servo.clinic/alamat/