Hubungan yang Lebih Baik ?

Ayah / Ibu bersikap seakan akan aku ini masih bayi.

Ayah / Ibu tidak kenal siapa aku sebenarnya.”

“Kau selalu berlebihan.

Ayah / Ibu tidak tahu mengapa harus bersusah payah memberitahumu.”

“Apa pedulimu ?”

Saya menemui rata rata tiga puluh pasien dalam seminggu. Saya bisa bilang bahwa hampir setengah dari mereka mengeluh bahwa mereka tidak bisa bicara dengan orang tua mereka tanpa berdebat.

Banyak dari remaja remaja ini tidak ambil peduli, menertawakan bagaimana mereka membuat marah orang tua mereka atau menggambarkan bagaimana orang tua mereka takut setengah mati mengenai segala hal.

Ketika saya melihat kelompok kelompok anak remaja ini, merkea saling berusaha mengungguli dengan cerita cerita tentang orang tua siapa yang paling sering berteriak teriak, mengancam akan menghukum dan menarik kesimpulan yang paling tidak masuk akal.

Namun demikian, para remaja benar benar merasa sedih dan frustrasi atas rusaknya komunikasi antara mereka dengan orang tua mereka.

Saat saya bertemu dengan para orang tua, ceritanya sama, mereka bercerita pada teman teman mereka mengenai tingkah mengerikan anak remaja mereka, tetapi pada kenyataannya, mereka tidak menginginkan lebih selain dari sekedar dapat bergaul baik dengan anak anak mereka.

Ini adalah tipikal orang tua dan anak remaja yang -jauh di lubuk hati mereka-sangat peduli satu sama lain.

Jadi, mengapa mereka tidak bisa bicara satu dengan yang lain ?

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Agar remaja berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan komentar