Hipnotis dapat didefinisikan sebagai kondisi seperti tidur yang dihasilkan oleh seorang penghipnotis dalam diri seseorang yang mengijinkan dirinya untuk menerima dan merespons sugesti sugesti spesifik tertentu.
Leslie LeCron, psikolog dan pengajar hipnotisisme, menggambarkan hipnotis sebagai “penerimaan tak kritis atas sebuah sugesti oleh seorang pasien dalam kondisi trance.”
Andrew Salter, penulis buku What Is Hypnosis ? berpandangan bahwa hipnotis tidak lebih daripada sebuah “refleks yang terkondisikan.”
Akan tetapi sebagian besar profesional di bidang tersebut menganggap hipnotis sebagai sebuah bentuk sugestibilitas yang dilebih lebihkan, atau apa yang disebut oleh sebagian penulis sebagai hipersugestibilitas.
Apakah hipnotisme itu ? Sains dan seni yang menyebabkan kondisi seperti tidur dalam diri seorang subjek, dikenal sebagai hipnotisme.
Istilah “hipnotis” berasal dari nama dewa tidur Yunani “Hypnos” dan ditemukan oleh seorang dokter Inggris, dr. James Braid, pada 1843. Secara insidental, kami percaya bahwa ia merupakan sebuah istilah yang tidak tepat karena ia menyampaikan kesan yang keliru bahwa hipnotis adalah sama dengan tidur.
Sebenarnya hipnotis sebagaimana telah didefinisikan, berarti reseptivitas yang meningkat terhadap sugesti. Penemuan menunjukkan bahwa sugesti memiliki efek yang lebih dalam ketika subjek berada dalam kondisi hipnotik.
Sumber : Hipnotis, Frank S. Caprio, M.D., 2007.
Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/