Banyak klien saya yang masih muda mengeluh bahwa orang tua mereka suka menguliahi, sehingga mereka berhenti bercerita banyak kepada orang tua mereka.
Penting agar Anda menelan godaan untuk mengatakan, “Sudah kukatakan,” atau “Kau tahu apa konsekuensi dari cerita itu ?” Apakah Anda ingin atasan atau pasangan Anda menginterupsi keyakinan Anda dengan komentar komentar seperti itu ?
Anda juga harus terpaku pada hal hal yang spesifik dan tidak menyama ratakan masalah. Misalnya, jika seorang anak kehilangan jaket yang mahal di sebuah pesta, Anda harus menghindari mengucapkan sesuatu yang intinya mengatakan bahwa ia selalu kehilangan barang barang.
Komentari insiden itu dan fokuslah pada apa yang bisa dilakukan untuk menghindari terulangnya situasi yang sama di masa depan. Dan ajukan pertanyaan pertanyaan yang relevan untuk membuat diskusi tetap berjalan.
Tanggapan di pihak Anda ini memperlihatkan minat Anda dan kesungguhan Anda untuk menerima lebih banyak informasi. Tapi satu peringatan : jangan ajukan pertanyaan pertanyaan yang tidak dapat dijawab anak remaja Anda.
Jika Anda bertanya pada putra Anda mengapa prestasinya di sekolah begitu buruk, mungkin ia akan menjawab, “Aku tidak tahu” atau meninggalkan anda sendiri. Lebih baik menanyakan apa ada masalah dengan sekolah atau guru gurunya, suatu pertanyaan yang dengan senang hati akan ia jawab.
Mungkin juga sia sia bertanya pada seorang remaja yang suasana hatinya sedang berubah ubah. Lebih baik menanyakan apakah ia ingin tidak diganggu-paling tidak Anda bisa mengharapkan jawaban dari pertanyaan itu.
Sumber : Dr. Neil I. Bernstein, Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, 2006.
Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/