Bercerita tentang Diri Anda Sendiri ?

Anak anak Anda mungkin tidak berbicara dengan bebas mengenai diri mereka sendiri, tetapi tidak berarti Anda tidak bisa begitu.

Pikirkan pengalaman pengalaman yang pernah Anda alami yang mungkin relevan dengan kehiduapan anak remaja Anda. Jika Anda menceritakan pada mereka tentang dilema yang Anda hadapi ketika Anda masih muda, itu akan membuat mereka sadar bahwa Anda juga tak luput dari kesalahan.

Mereka akan mengungkapkan perasaan mereka secara lebih terbuka saat mereka melihat bahwa Anda juga bersedia berbuat demikian. Dan jangan tanyakan apakah mereka ingin menanti hingga diundang; pilih saja momen yang tepat dan mulai bicara.

Cerita formal “Ketika aku seusiamu” kedengarannya seperti kuliah, tetapi cerita yang diceritakan dengan santai dan menarik memberikan ruang kepada anak remaja Anda untuk mencerna cerita itu dan tidak memaksakan pesan apapun.

Seorang ayah memberitahukan kepada putranya tentang saat saat memalukan saat ia masih remaja. Ia tidak pernah belajar bagaimana cara berdansa mengikuti musik cepat dan ia berusaha sebisa mungkin untuk menutupinya; satu satunya dansa yang pernah ia lakukan di muka umum hanyalah dansa “dengan musik lambat.”

Dalam acara sekolah yang penuh sesak dengan orang, ia meminta seorang gadis yang benar benar ia sukai untuk berdansa slow dengan diiringi lagu “Stairway to Heaven.” Sayangnya, setelah beberapa menit tempo bertambah cepat dan beralih pada lagu rock yang berirama cepat.

Disanalah ia, terpaku di lantai dansa dikelilingi oleh pasangan pasangan yang berdansa dengan liar tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Putranya yang juga membenci dansa, tergelak gelak mendengar cerita ini.

Menceritakan pengalaman yang memalukan seperti itu membantu Anda untuk membangun dasar bagi terciptanya keterbukaan. Saat anak anak Anda melihat sisi manusiawi Anda dan mendengar tentang pengalaman sama seperti yang mereka alami, lebih mungkin mereka akan bicara kepada Anda mengenai perasaan perasaan mereka sendiri saat sesuatu yang mengkhawatirkan terjadi.

Ini tidak hanya mendorong terjadinya dialog; tetapi juga menambah kedekatan antara orang tua dengan anak.

Sumber : Dr. Neil I. Bernstein, Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan komentar