Meniti Jalan Negosiasi ?

Langkah langkah pendahuluan mungkin perlu untuk mengakhiri perdebatan dan memasuki proses negosiasi dengan anak remaja Anda.

Misalnya Sean yang berumur lima belas tahun, memberitahukan kepada orang tuanya bahwa ia sedang merencanakan untuk pergi ke pantai bersama teman temannya di akhir minggu. Ia tidak memberikan penjelasan perihal dengan siapa ia pergi, bagaimana caranya pergi ke sana atau di mana ia akan tinggal.

Orang tuanya bersikeras menuntut informasi lebih banyak sebelum mereka dapat mempertimbangkan permohonannya. Sean menolak dan mengatakan bahwa seharusnya mereka mempercayainya. Situasi ini dapat memicu terjadinya konflik besar.

Orang tua memiliki beberapa pilihan :

  • Mereka bisa mengalah dan membiarkan ia pergi. Ini berarti menyetujui permintaannya dan mempercayai integritasnya yang meragukan dan tanggung jawabnya. Mereka akan berspekulasi dalam situasi ini, tidak tahu apa yang sedang dilakukan Sean atau dengan siapa ia melakukannya. Mereka juga akan membuat posisi mereka sebagai figur otoritas menjadi lemah.
  • Mereka bisa ngotot untuk melanjutkan diskusi, berusaha meyakinkan Sean bahwa membicarakannya adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Jika Sean setuju untuk bicara, mereka bisa mempertimbangkan permohonannya lalu membuat keputusan mengenai rencana pelancongannya itu.
  • Jika Sean menolak untuk mendiskusikan apapun, mereka dapat menangani sendiri masalah itu dan menelepon orang tua teman temannya untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Ini akan membuat Sean marah pada orang tuanya karena telah turut campur, meskipun mereka berhak untuk berbuat demikian dalam situasi ini.
  • Jika penolakan Sean untuk bicara berlanjut terus dan orang tuanya tidak dapat memperoleh informasi yang akurat, mereka dapat menetapkan batasan yang tegas. Ini berarti memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak boleh pergi ke pantai dalam situasi seperti itu, kecuali ia memutuskan untuk memberikan informasi yang perlu pada mereka. Dan jika ia melanggar batasan mereka, akan ada konsekuensi yang spesifik.

Ternyata, Sean tetap keras kepala dan menolak membicarakan masalah tersebut dan ngotot untuk tetap pergi dengan atau tanpa izin orang tuanya, tidak peduli apa yang berhasil mereka korek dengan usaha mereka sendiri. Orang tuanya merasa terpojok.

Dengan bijaksana, orang tuanya memutuskan untuk memberlakukan batasan yang sangat serius namun tegas. Karena Sean tidak bertanggung jawab pada masa lalu, mereka memberitahukan kepadanya bahwa jika ia pergi ke pantai tanpa izin, mereka akan memperlakukannya sebagai pelarian dan memberi tahu polisi, terserah padanya.

Pada mulanya Sean agak marah, tetapi tidak dibutuhkan waktu lama sebelum ia memutuskan untuk duduk bersama orang tuanya dan memberikan detail detail lebih lanjut.

Pendirian orang tuanya yang kuat-tetapi tidak histeris atau emosional-menciptakan suasana di mana Sean dan orang tuanya dapat memasuki proses negosiasi untuk menentukan dalam kondisi apa ia boleh pergi ke pantai.

Sumber : Dr. Neil I. Bernstein, Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, 2006.

Ingin cepat berubah ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan komentar