Sejumlah faktor yang terkait dengan risiko bunuh diri termasuk: penyakit mental, kecanduan obat, dan faktor-faktor sosio-ekonomi. Sementara keadaan eksternal, seperti peristiwa traumatis, dapat memicu bunuh diri walau tampaknya tidak menjadi penyebab independen. Dengan demikian bunuh diri, lebih mungkin terjadi selama periode sosio-ekonomi, keluarga dan krisis individu.
-
Penyakit mental
Gangguan mental sering hadir pada saat bunuh diri dengan perkiraan dari 87% [9] hingga 98%. [10] Ketika diperinci menjadi, jenis gangguan suasana hati ada 30%, penyalahgunaan zat 18%, skizofrenia 14%, dan gangguan kepribadian 13,0% dari kasus bunuh diri. [10]
-
Penggunaan narkoba
Penyalahgunaan obat adalah penyebab kedua yang paling umum menyebabkan bunuh diri setelah gangguan suasana hati. [11] Penyalahgunaan zat kronis serta penyalahgunaan zat akut, keduanya dikaitkan dengan meningkatnya risiko bunuh diri.
-
Biologis
Genetika memiliki efek pada risiko bunuh diri [25] sekitar 30-50% dari varians. [26] Sebagian besar hubungan ini bertindak melalui heritabilitas penyakit mental. [26]
-
Sosial
-
Faktor lain
Faktor faktor sosio-ekonomi seperti pengangguran, kemiskinan, tunawisma, dan diskriminasi dapat memicu pikiran untuk bunuh diri. [30] Kemiskinan mungkin bukan penyebab langsung, tetapi dapat meningkatkan risiko bunuh diri, karena merupakan kelompok risiko utama untuk depresi. [31 ]
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Suicide
Ingin menghilangkan keinginan bunuh-diri? KLIK > https://servo.clinic/alamat/