Seorang peneliti Universitas Columbia “menggemparkan” pandangan konvensional terhadap fungsi dari pergerakan mata cepat (rapid eye movement/REM) tidur.
Menurut David Maurice, Ph.D., profesor fisiologi mata di Departemen Ophthalmology di Columbia-Presbyterian Medical Center, tidur REM mungkin lebih berkaitan dengan penglihatan dibandingkan dengan mimpi.
Penelitian yang dilaporkan dalam Experimental Eye Research, edisi 13 Februari 1998, menunjukkan bahwa aqueous humor, cairan encer bening di ruang bagian depan tepatnya di belakang kornea, perlu beredar untuk membawa oksigen ke kornea dari pembuluh darah di selaput pelangi.
Ketika kelopak mata ditutup selama tidur, peredarannya secara dramatis melambat dan gerakan gerakan mata cepat hanya berfungsi untuk “menggerakkan” ruang anterior dan mencegah kornea kekurangan oksigen.
Pada tahun 1950, penelitian menemukan bahwa tidur sering bisa menimbulkan mimpi jika mereka terbangun, ketika mata mereka tampak seperti melesat disekitar bawah kelopak mata mereka.
Dari temuan ini berkembang teori yang populer bahwa selama tidur REM, otak memproses informasi yang dikumpulkan saat terjaga, “agak seperti menutup toko untuk bisnis, selama mengambil persediaan,” kata Dr Maurice.
“Karena implikasinya pada fungsi sistem saraf pusat, REM telah dianggap sebagai domain dari disiplin ilmu psikologi untuk neuropharmacology dan belum mendapat perhatian dari fisiologi mata.”
Sumber : http://sciencedaily.com/releases/980217002808.htm
Ingin bebas insomnia ? Klik > https://servo.clinic/alamat/