Cara Mengatasi Cemas

Sebagai sebuah mekanisme pertahanan diri, perasaan tegang saat menghadapi sebuah situasi yang baru, situasi yang tidak pasti ataupun mengharapkan hasil yang diinginkan seperti menanti kelulusan, menghadapi wawancara pekerjaan, memiliki atasan baru adalah hal yang wajar.

Apalagi jika hal tersebut terkait dengan orang orang yang kita cintai seperti resiko perjalanan, mendampingi keluarga yang sedang sakit, dampak pemutusan hubungan kerja dll.

Namun jika perasaan tegang tersebut disertai dengan perasaan panik yang tidak terkendali, pikiran yang kalut, penuh prasangka buruk, timbul was was disertai berdebar debar, bahkan tidak jarang timbul gangguan fisik seperti susah tidur, gangguan lambung ataupun ejakulasi dini, maka hampir dipastikan ybs. mengalami gangguan kecemasan kronis.

Untuk mengatasi cemas tersebut, kita sering mensugesti diri seolah kecemasan tersebut tidak ada, melakukan rasionalisasi, berusaha keras untuk melawannya, bahkan dibantu obat obatan. Namun tidak jarang pula hal tersebut hanya memberikan ketenangan sesaat, untuk kemudian rasa cemas justru semakin meningkat.

Jika solusi mengatasi cemas hanya bersifat sementara dan berlangsung lama, hal ini dapat menimbulkan perasaan frustrasi. Lalu bagaimana cara untuk menyelesaikannya agar rasa cemas tersebut dapat diatasi secara permanen?

Dalam setiap masalah kehidupan, kita memiliki dua pilihan, apakah kita selesaikan pada akibat ataukah pada sebab. Ibarat rasa sakit yang timbul pada saat kaki kita tertusuk duri, maka kita memiliki pilihan terapi cukup hanya dengan meminum obat penghilang rasa sakit, atau diselesaikan pada akar masalah dengan cara mencabut duri.

Pada kasus gangguan kecemasan (anxiety), cara mengatasi cemas yang terbaik adalah dengan menghilangkan penyebab timbulnya rasa cemas dan hal tersebut umumnya disebabkan oleh trauma trauma masa lalu.

Untuk itu dengan atau tanpa bantuan terapis, pastikan diri Anda telah terbebas dari trauma trauma masa lalu seperti masalah pola asuh, trauma dibully, pelecehan seksual, dipermalukan dimuka umum, kekerasan fisik dsb.

Ingin tau cara mengatasi cemas? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Efek Susah Tidur

Untuk menjaga agar tubuh tetap bugar, orang dewasa membutuhkan jumlah jam tidur antara 7-8 jam.

Kekurangan jumlah jam tidur ataupun buruknya kualitas tidur seseorang, dapat menyebabkan yang bersangkutan merasa lesu, tubuh tetap lelah, sering menguap dan mengantuk disiang harinya.

Merupakan hal yang wajar jika seseorang hanya sesekali mengalami kekurangan jumlah jam tidur ataupun buruknya kualitas tidur namun jika hal tersebut terjadi berulang kali dan dalam jangka panjang, maka harus diwaspadai sebagai gejala adanya gangguan kecemasan kronis.

Terdapat beberapa efek yang dapat merugikan seseorang akibat susah tidur, antara lain:

a. Sulit konsentrasi
Seseorang yang jumlah jam tidurnya kurang ataupun kualitas tidur yang buruk dapat membuat ybs. sulit fokus, hal ini disebabkan kemampuan kognitifnya kurang berfungsi dengan baik. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi jenis pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi, pengambil keputusan ataupun pengendara.

b. Daya ingat menurun
Dalam keadaan kurang jumlah jam tidur ataupun kualitas tidur yang buruk cenderung membuat seseorang mudah lupa karena saat tidur, seseorang memiliki lebih banyak kesempatan mengistirahatkan pikiran dari serbuan informasi yang bertubi tubi dibanding saat terjaga.

c. Daya imunitas tubuh menurun
Saat kualitas tidur seseorang memburuk maka daya tahan tubuh yang bersangkutan juga berpotensi menurun. Hal tersebut disebabkan proses pembentukan protein sitoksin yang berperan dalam melawan infeksi virus ataupun bakteri menjadi terganggu.

d. Mempercepat proses penuaan
Saat seseorang kurang tidur, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang dapat memecah kolagen yaitu protein yang memiliki fungsi menjaga elastisitas kulit sehingga tetap kencang dan halus. Hal ini tentu saja dapat mempercepat proses penuaan seseorang.

e. Gairah seks menurun
Buruknya kualitas tidur seseorang dapat menyebabkan seseorang kehilangan minat seksnya. Hal tersebut disebabkan yang bersangkutan menjadi sangat terobsesi untuk mendapatkan tidur nyenyak dan abai memberikan perhatian kepasangan.

Efek susah tidur tersebut tentu saja dalam jangka panjang berpotensi memperburuk kualitas hidup seseorang karena dapat meningkatkan resiko terkena beberapa penyakit serius seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan jantung ataupun stroke.

Ingin bebas efek susah tidur? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Susah Tidur dan Asam Lambung pasca Pilkada Serentak 2020

Pilkada serentak yang diikuti oleh 270 daerah di Indonesia, baru saja usai dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020.

Adapun jumlah peserta terdiri dari 715 pasangan calon dan jika setelah nama nama pemenang diumumkan, maka akan terdapat total 890 orang yang tidak terpilih sebagai kepala dan wakil kepala daerah.

Tentu saja hal ini berpotensi menimbulkan gangguan kecemasan ataupun depresi, khususnya bagi pihak pihak yang tidak siap ‘kalah’, apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya yang digelontorkan untuk masing masing pasangan calon pilkada tidaklah sedikit.

Jadi jika dikemudian hari, banyak para mantan pasangan calon pilkada serentak 2020 merasa timbul gejala gejala seperti gangguan tidur ataupun asam lambung, maka hampir dipastikan hal tersebut dipicu oleh ketidak siapan diri peserta dalam menerima hasil pilkada.

Untuk ini dengan atau tanpa bantuan profesional, pastikan setiap peserta pilkada, siap menerima kenyataan.

Ingin bebas susah tidur dan gangguan lambung pasca pilkada serentak? KLIK > https://servo.clinic/alamat/