Pola lazim istirahat dan aktivitas yang diatur oleh jam biologis masing-masing orang, dan biasanya bertepatan dengan perubahan cahaya yang berkaitan dengan malam siklus 24 jam / hari.
Irama sirkadian yang dihasilkan membuat manusia tidur ketika hari gelap dan aktif di siang harinya. Efek sebaliknya terjadi pada hewan malam.
Tapi perubahan besar dalam kondisi pencahayaan dapat mengganti pola normal yang berhubungan dengan ritme sirkadian. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa perubahan pencahayaan tersebut dapat menghasilkan perubahan yang segera dalam pola tidur/bangun pada manusia dan hewan.
Irama sirkadian normal ‘masking’, ini, menyarankan kepada kita bahwa cahaya bisa bertindak langsung pada pusat tidur dan jaga di otak tanpa perlu mempengaruhi daerah yang terkait dengan pemicu sirkadian,” kata Benca.”Hal ini mengisyaratkan bahwa mekanisme yang berbeda mungkin terlibat.”
Mahasiswa asuhan Benca, Ann Miller melakukan percobaan untuk mempelajari komponen sistem visual yang mana yang dapat mengontrol pengaruh perubahan dari pencahayaan akut pada pola tidur.
Percobaannya menggunakan tikus albino, yang kebiasaan tidurnya diubah secara dramatis dengan perubahan pencahayaan yang hubungannya diputus untuk waktu sirkadian.
Sumber : http://sciencedaily.com/releases/980724080131.htm
Ingin bebas insomnia ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/