Walau bukan menjadi urusan dan tanggung jawab perusahaan, masalah pribadi karyawan seperti masalah keluarga, mertua, tetangga, jalanan macet, komunikasi atasan bawahan, secara tidak langsung dapat mempengaruhi produktifitas ybs. dalam bekerja.
Dampaknya dapat bervariasi mulai dari konsentrasi kerja yang menurun, telat masuk kantor, mudah tersinggung, kesehatan yang menurun, kecanduan game/internet, kurang tidur, hingga penanganan pelanggan yang tidak optimal dsb.
Keterlibatan atasan mengurusi masalah pribadi karyawan tanpa diminta juga dirasa kurang tepat, karena dapat dipersepsikan sebagai mencampuri urusan pribadi.
Namun, penerapan sanksi yang tegas, juga belum tentu efektif karena ybs. biasanya tidak menyadari telah terjadi penurunan kinerja dan bukan tidak mungkin justru semakin meningkatkan kadar stres ybs.
Untuk itu mengapa bukan karyawannya saja yang dibekali dengan keterampilan memecahkan masalah (problem solving) yang tidak hanya dapat diterapkan di perusahaan, melainkan juga di keluarga.
Dengan demikian perusahaan tidak hanya dapat meningkatkan produktifitas akibat meningkatnya daya tahan tubuh karyawan terhadap tekanan pekerjaan, melainkan juga dapat menurunkan biaya kesehatan yang harus ditanggung perusahaan.
Atau setidaknya karyawan memiliki pemahaman baru bahwa gangguan emosional seperti kecemasan, rasa malas ataupun gangguan tidur hanyalah sinyal tubuh yang memberitau adanya penanganan yang salah terhadap persoalan pribadi.
Bagaimana jika produktifitas karyawan Anda meningkat, karena inisiatif Anda menyelenggarakan pelatihan “cara mengatasi masalah pribadi” karyawan ?
Ingin membantu karyawan juga ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/