Pengaruh Obat Obatan pada Seksualitas ?

Saat usia kita bertambah lanjut, kemungkinan penggunaan obat-obatan akan lebih tinggi. Pada saat yang sama respon seksual menjadi lebih rapuh dan mudah terganggu oleh efek samping obat.

Walau tidak semua, kebanyakan obat obatan yang diberikan kepada manula memiliki pengaruh negatif terhadap seksualitas. Efek samping sebagian obat adalah hilangnya atau menurunnya gairah, hilangnya responsifitas rangsangan, tidak mampu ereksi, ejakulasi dini atau ketidak mampuan mencapai orgasme.

Seorang pria tengah baya misalnya, dengan kemampuan ereksi yang agak terganggu oleh proses ketuaan, mungkin sama sekali tidak dapat mencapai ereksi, saat mulai menggunakan suatu obat.

Jika perubahan pola gairah dan respon terjadi saat Anda mulai menggunakan obat obatan, kemungkinan obat-obatan tsb. sebagai penyebabnya.

Hal tsb. semakin dipersulit saat tidak adanya informasi tentang obat spesifik dan pengaruhnya terhadap seksualitas. Kadang kadang, obat telah dipasarkan, sebelum efek sampingnya dapat dibuktikan.

Apalagi jika pasien dan dokter sama sama merasa malu untuk membicarakan masalah. Pada sebagian kasus, kombinasi obat, atau alkohol dan obat, dapat menyebabkan masalah seksual.

Obat dapat mengganggu fungsi seksual pada setiap usia, tetapi statistik menyatakan bahwa keadaan ini lebih sering terjadi ada usia lanjut.

Sering pembuat obat hanya menuliskan gangguan ereksi dalam daftar efek samping obat dan tidak menuliskan efek sampingnya terhadap seksualitas wanita.

Ini tidak berarti obat tsb. tidak menimbulkan efek samping pada wanita, melainkan lebih karena tidak diuji pada wanita.

Sumber : Joel D. Block, Ph.D., Secrets of Better Sex, 1997.

Ingin bebas impotensi ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan komentar