Abraham Harold Maslow, pelopor psikologi humanistik menyimpulkan adanya hirarki kebutuhan (hierarchy of needs) yang menjadi dasar motivasi hidup manusia.
Hirarki kebutuhan tersebut meliputi adanya kebutuhan fisiologis atau dasar manusia, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai dan yang paling tinggi adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Pada perkembangannya, teori ini mendapatkan kritik, karena adanya sebuah loncatan berpikir antara empat kebutuhan sebelumnya dengan kebutuhan yang paling tinggi dari piramida, yaitu kebutuhan mencapai aktualisasi diri, seakan-akan terdapat rantai yang hilang (missing link) antara piramida ke-4 dengan puncak piramida.
Sebetulnya perbedaan tersebut dapat dijelaskan dengan mudah, dimana empat kebutuhan sebelumnya menempatkan manusia sebagai objek (baca: konsumen) atas rasa nyaman, sedang kebutuhan aktualisasi diri pada puncak piramida justru menempatkan manusia sebagai subyek (baca : produsen) atas rasa nyaman itu sendiri.
Jadi jika ada yang melihat aktualisasi diri pada puncak piramida sebagai sebuah loncatan berpikir, karena memang hal tersebut adalah dua karakter yang berbeda.
Ingin merasa berguna ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/