Dylan Sada

Meninggalnya Dylan Sada, model asal Indonesia yang berkarir di Amerika meninggalkan pembelajaran yang sangat berharga tentang arti pentingnya kesehatan mental dalam keluarga ataupun sosial.

Berikut adalah pengakuannya di muat di instagram miliknya, https://www.instagram.com/p/BgXtPp0gmGV/

-o0o-

Saya harus membuat pengakuan, saya telah merahasiakan ini selama saya bisa ingat.

Begitu banyak yang telah terjadi sehingga saya pikir inilah saat yang tepat untuk akhirnya mengaku.

Saya dilecehkan secara seksual oleh ayah kandung saya ketika saya masih muda, sulit dipercaya bahwa saya masih mengingatnya dengan jelas.

Saya tahu itu salah bahkan saat itu dan di sana tetapi saya masih muda, saya takut dan malu untuk menjangkau siapa pun, jadi saya menguburnya.

Tumbuh dengan kenangan seperti itu sulit, terutama berada di rumah di mana hal-hal seperti itu dianggap tabu, itu juga alasan lain mengapa saya meninggalkan negara saya di usia muda untuk melupakannya dengan harapan saya bisa melanjutkan.

Saya tidak dapat menyangkal bahwa hal itu sangat mempengaruhi saya. Saya beralih ke alkohol dan obat-obatan, apa pun yang dapat membuat saya merasakan sesuatu. Saya tidak bangga akan hal itu tetapi memang itulah adanya.

Saya tidak pernah mengerti mengapa orang memandang saya, saya merasa seperti membodohi semua orang. Saya berantakan, hanya mencoba mencapai impian saya dan melupakan rasa sakit saya.

Tidak peduli seberapa kacau aku mendapatkan atau tempat indah yang aku kunjungi, aku benci dia ada dalam darahku dan dia membuatku.

Rasa sakit saya menyebabkan lebih banyak rasa sakit ketika saya mengalami depresi berat, untuk waktu yang lama saya terjebak. Saya tidak bisa menciptakan, saya tidak bisa bergerak maju, rasanya seperti terjebak dalam ketidakpastian.

Itu mempengaruhi pernikahan pertama saya, saya kehilangan banyak teman baik di sepanjang jalan karena saya sangat membenci diri saya sendiri sehingga tidak dapat menerima cinta dan bantuan. Saya merusak diri sendiri.

Saya mengalami lima kali percobaan bunuh diri yang gagal, saya gantung diri sekitar sebulan yang lalu, tetapi dua orang menyelamatkan saya. Pacar saya menyelamatkan saya, dia selalu ada untuk saya sejak saya bertemu dengannya. Aku sangat dekat tapi kurasa itu bukan waktuku lagi.

Saya melakukan itu karena saya lelah, gagasan tentang kematian adalah pelepasan dari hidup, mengatasi rasa sakit hampir setiap hari. Bunuh diri mungkin terdengar egois bagi Anda, tetapi jika Anda menderita begitu lama, ceritanya berbeda.

Satu-satunya alasan mengapa saya berbicara sekarang adalah karena saya merasa harus melakukannya. Saya orang Indonesia, saya bangga menjadi orang Indonesia, tetapi sayangnya, kesehatan mental sering diabaikan di rumah dan ini adalah masalah yang tidak dibicarakan secara terbuka.

Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya masalah ini, kita harus baik-baik saja untuk membicarakannya, Anda tidak boleh malu jika memang demikian.

-o0o-

Adapun hikmah yang bisa kita petik adalah :

  1. Sebelum mengasuh anak, pastikan kita dan pasangan tidak memiliki hambatan atau gangguan pribadi seperti, masalah kecemasan, gangguan panik, kelainan seksual, gangguan lambung, susah tidur dsb.
  2. Jika kita memiliki gangguan pribadi yang biasanya disebabkan oleh luka batin di masa lalu, trauma dihukum atau dibully, pelecehan seksual, mintalah bantuan profesional pada kesempatan pertama, agar diri kita dan orang orang yang kita sayangi tidak menjadi korban atas masalah kita.

Ingin bebas dari trauma masa lalu ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s