Obesitas Sebagai Gejala Adanya Kecemasan Kronis

Menurut data Riskedas 2018, hanya dalam jangka waktu 10 tahun sejak tahun 2007, terjadi peningkatan kasus obesitas dari 10,5 persen menjadi 21,8 persen. Peringkat pertama dipegang oleh Sulawesi Utara sebesar 30,2 persen, sementara DKI berada di peringkat kedua dengan persentase sebesar 29,8 persen.

Pengalaman kami sebagai terapis menunjukkan, meningkatnya kasus obesitas pada individu dapat menjadi indikator adanya peningkatan gangguan kecemasan dari yang bersangkutan dan secara tanpa disadari menjadikan makan sebagai mekanisme koping atau cara yang digunakan individu dalam menyelesaikan masalah, mengatasi perubahan yang terjadi, dan situasi yang mengancam, baik secara kognitif maupun perilaku.

Kecanduan makan sebagai mekanisme koping atas stres adalah suatu kondisi di mana seseorang mengandalkan makanan sebagai cara untuk mengatasi stres atau emosi negatif yang mereka alami. Ketika seseorang mengalami stres, mereka mungkin merasa tergoda untuk makan makanan tertentu yang memberikan rasa kenikmatan atau kenyamanan sementara.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kecanduan makan sebagai mekanisme koping atas stres. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Stres: Tingkat stres yang tinggi dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap kecanduan makan sebagai mekanisme koping. Makan makanan tertentu dapat memberikan rasa kenyamanan sementara dan mengurangi stres secara singkat.
  2. Keterbiasaan: Keterbiasaan makan sebagai respons terhadap stres dapat terbentuk dari pola makan yang terulang secara berulang. Ketika seseorang mengalami stres, mereka cenderung mencari makanan sebagai cara untuk meredakan stres tersebut.
  3. Penghargaan otak: Makanan tertentu, terutama yang mengandung gula dan lemak, dapat memicu respons positif di otak dan memicu pelepasan hormon-hormon yang membuat seseorang merasa senang dan nyaman. Ini dapat menciptakan asosiasi antara makanan dan perasaan positif, sehingga seseorang cenderung mengonsumsi makanan tersebut ketika mengalami stres.
  4. Kurangnya strategi koping yang sehat: Jika seseorang tidak memiliki strategi koping yang efektif untuk mengatasi stres, mereka mungkin cenderung mengandalkan makanan sebagai cara yang mudah dan cepat untuk meredakan stres.

Meskipun makanan dapat memberikan kenyamanan sesaat, kecanduan makan sebagai mekanisme koping atas stres memiliki konsekuensi negatif jangka panjang. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik seperti obesitas, diabetes, dan masalah kesehatan mental seperti gangguan makan dan penurunan harga diri.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kecanduan makan sebagai mekanisme koping atas stres, penting untuk mencari bantuan profesional. Psikolog atau konselor dapat membantu mengidentifikasi faktor penyebab dan memberikan strategi koping yang lebih sehat untuk mengatasi stres.

Ingin menurunkan berat badan? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan komentar