āAku bisa tertawa, bisa bekerja, bisa jalan-jalan⦠tapi di dalam, aku merasa kosong.ā
Kalimat itu sering terdengar dari mereka yang sedang berjuang diam-diam dengan anorgasmiaāgangguan seksual yang jarang dibicarakan, tapi nyatanya menghantui banyak orang, terutama perempuan. Bukan karena kurang cinta, bukan karena pasangannya tak menarik, tapi karena tubuh dan pikiran tidak lagi selaras. Dan sayangnya, ini bukan hanya soal seks. Ini tentang koneksi, tentang identitas, dan tentang harga diri yang perlahan terkikis.
š§ Tekanan Mental Itu Nyataādan Kamu Tidak Sendiri
Banyak orang dengan anorgasmia menjalani hari dengan senyum yang dipaksakan. Mereka tetap profesional di kantor, tetap hadir di keluarga, tapi menyimpan kebingungan dalam diam.
Penyebabnya bukan selalu fisik.
Lebih sering justru karena overthinking, trauma masa lalu, rasa malu yang tak pernah dibicarakan, hingga ketakutan akan masa depan yang tak jelas. Mereka bahkan sering mengalami:
- Gangguan tidur
- Nyeri psikosomatis
- Gelisah yang terus-menerus
- Sulit fokus
- Rasa bersalah yang tak tahu ujungnya
Dan karena ini topik yang dianggap tabu, banyak dari mereka memilih diam, bahkan dari pasangannya sendiri. Padahal, diam tidak menyembuhkan.
ā ļø Risikonya Bukan Sekadar di Ranjang
Tanpa disadari, gangguan seksual seperti anorgasmia bisa menyebar dampaknya ke berbagai aspek kehidupan:
š Produktivitas menurun karena pikiran tak kunjung tenang
š Hubungan renggang karena komunikasi emosional terganggu
𤯠Stres berkepanjangan yang bisa memicu gangguan lain seperti GERD, insomnia, atau serangan panik
šŖ Menutup diri dari relasi baru, karena merasa tidak utuh
Tak sedikit public figure atau tokoh sukses Indonesia yang juga pernah mengakuinya, meski tersirat. Meski tidak menyebut nama secara spesifik, sejumlah narasi terselubung tentang disfungsi seksual dan tekanan mental pernah muncul dari selebriti hingga tokoh politik. Yang pasti, masalah ini tidak memandang jabatan atau status sosial.
šæ Coba Tarik Napas Sebentar, dan Jujur ke Diri Sendiri…
- Apakah kamu sering merasa bersalah setelah berhubungan intim?
- Apakah kamu merasa ātidak normalā tapi takut bicara?
- Apakah kamu merasa seolah tubuhmu tidak lagi milikmu sendiri?
Kalau jawabannya āiyaā, maka ini saatnya berhenti menghakimi diri sendiri. Kamu butuh ruang aman untuk bicara, untuk memahami apa yang sedang terjadi tanpa rasa takut dan tanpa penghakiman.
š§ Saatnya Mencari Bantuan Profesional
Gangguan seperti anorgasmia bisa diatasiāasal ditangani dari akarnya. Bukan dengan obat, bukan dengan menyalahkan diri, tapi lewat pendekatan ilmiah yang menyentuh pikiran bawah sadar dan menyelaraskan kembali tubuh dan jiwa.
Salah satu tempat yang sangat direkomendasikan adalah S.E.R.V.OĀ® Clinic, sebuah klinik spesialis di Jakarta yang sejak 2005 menangani gangguan psikologis dan emosional seperti:
- Anorgasmia dan vaginismus
- Gangguan kecemasan, overthinking
- Insomnia dan gangguan lambung
- Takut masa depan, takut kehilangan, dan rasa malu yang kronis
𧬠Di sini, kamu akan menjalani terapi berbasis ilmiah, tanpa obat, dan menyentuh akar masalah lewat metode S.E.R.V.O® yang dikembangkan oleh Isywara Mahendratto.
š¬ Terapi juga bisa dilakukan jarak jauh via video call atau voice call, jadi kamu tetap bisa mendapatkan bantuan meskipun dari luar kota.
š Info selengkapnya bisa kamu akses di: https://servo.clinic/alamat
š Penutup: Kamu Tidak Rusak. Kamu Manusia.
Setiap orang berhak merasakan kenikmatan dalam hidup, baik secara fisik maupun emosional. Gangguan seksual bukan aib. Justru keberanian untuk menghadapinya adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri.
Karena menjaga kesehatan mental adalah bentuk tanggung jawabābukan hanya pada tubuh, tapi juga pada hidup dan masa depanmu.
š Kamu pantas bahagia. Kamu layak sembuh. Dan kamu tidak harus jalan sendiri.
#Anorgasmia
#KesehatanMental
#Psikosomatis
#MentalHealing
#SERVOClinic
#TerapiTanpaObat
#GangguanSeksual
#SelfLove
#EmotionalHealing