Pernahkah Anda merasa gelisah jika tidak menyetir? Bukan karena ada keperluan penting, tapi karena ada rasa lega yang muncul setiap kali tangan menggenggam setir dan mata menatap jalan. Anda memutar kendaraan ke mana saja, bahkan tanpa tujuan jelasāasal jauh, asal jalan. Sejenak, dunia terasa sunyi. Tapi setelahnya, rasa lelah, cemas, atau bahkan sakit lambung kembali datang menghantui.
Bagi sebagian orang, dorongan berlebih untuk menyetir bukan lagi soal mobilitas. Ia telah berubah menjadi pelarian mental yang sulit dikendalikan. Ini bisa menjadi gejala dari kondisi yang disebut dalam psikologi sebagai “compulsive driving”ābentuk kompulsif yang digunakan sebagai mekanisme pertahanan diri dari tekanan emosional yang tak terselesaikan. š
Perasaan Itu Nyata, dan Layak Dimengerti š¬
Banyak orang yang menyetir untuk melepas penat. Tapi ketika keinginan itu berubah jadi kebutuhan psikologis harian, dan ketika tanpa menyetir Anda merasa tak nyaman, panik, bahkan marahāitulah saatnya berhenti sejenak dan bertanya: apa yang sedang terjadi dalam diri saya?
Gejala seperti overthinking, gangguan tidur, nyeri lambung (psikosomatis), mudah panik, rasa malu, atau takut akan masa depan dan kematian bisa menyertai kondisi ini. Mungkin Anda sendiri bahkan menyadari bahwa aktivitas menyetir ini bukan lagi soal kendaraan, tapi tentang melarikan diri dari pikiran yang tak henti menekan. š°š§
Mengapa Ini Bisa Terjadi? Ulasan dari Sisi Psikologi š§©
Dalam ilmu psikologi, perilaku seperti ini bisa dipahami sebagai mekanisme coping (mekanisme koping) ā yaitu cara seseorang “mengalihkan” tekanan emosional dengan tindakan yang memberi sensasi kendali atau pelampiasan.
Pada beberapa kasus, kompulsi menyetir bisa berkaitan dengan:
- Konflik identitas atau konsep diri yang tidak stabil
- Kebutuhan akan kebebasan yang tidak terpenuhi
- Ketidakmampuan mengelola stres atau luka batin lama
- Keinginan untuk “menghilang” dari situasi atau relasi yang menekan
Aktivitas menyetir yang dilakukan terus-menerus bisa menciptakan ilusi ketenangan, padahal sebenarnya hanya menunda emosi yang tak terselesaikan. Seiring waktu, ini bisa menjadi semacam “ketagihan” ā bukan terhadap kendaraan, tapi terhadap pelarian mental yang diberikannya. š£ļø
Dampak yang Tidak Terlihat Tapi Nyata š
Ketika menyetir menjadi pelarian, risiko yang ditimbulkan tidak hanya bersifat mental, tapi juga:
- Pribadi: tubuh lelah, emosi terkuras, sulit fokus
- Keluarga: waktu bersama berkurang, komunikasi renggang
- Karir & Finansial: keterlambatan, boros bahan bakar & servis
- Sosial: cenderung menghindar dari interaksi sosial
- Kesehatan: postur tubuh terganggu, kelelahan kronis
- Hukum: potensi pelanggaran lalu lintas atau kecelakaan karena kelelahan atau emosi tidak stabil ā ļø
Kecanduan nyetir bukan cuma soal kebiasaan burukāini adalah tanda bahwa ada luka yang lebih dalam, dan perlu ditangani dengan penuh empati.
Saatnya Merenung: Apa yang Sebenarnya Anda Cari? š±
Apakah benar menyetir menyembuhkan Anda? Ataukah hanya menenangkan sementara sebelum gelisah kembali datang? Cobalah tanyakan ini dengan jujur pada diri sendiri. Apa yang sebenarnya ingin Anda jauhi? Apa yang Anda takuti untuk hadapi?
Pikiran yang jujur sering kali menyakitkan, tapi juga menyembuhkan.
Solusinya Bukan Menghindar, Tapi Memahami š§
Bantuan profesional bisa menjadi jawaban nyata untuk memahami dan menghentikan pola ini. Anda tidak perlu merasa malu atau takut dihakimi. Justru, keberanian Anda untuk mengakui bahwa ada yang tidak beres adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.
š¬ S.E.R.V.OĀ® Clinic hadir untuk mendampingi proses ini. Dengan pendekatan terapi ilmiah tanpa obat, terapi di S.E.R.V.OĀ® Clinic menggabungkan Hipnoterapi, NLP, Visualisasi Kreatif, dan Psikoterapi untuk membantu Anda memahami akar emosional dari kebiasaan ini dan menyembuhkannya dari dalam.
Penutup: Hidup Tak Harus Dikejar Jalanan š¦
Hidup tak harus selalu dikejar di jalanan. Ketika Anda mulai memahami bahwa kebebasan sejati bukan tentang menjauh, tapi tentang berdamai, saat itulah perjalanan pulang yang sesungguhnya dimulaiāmenuju diri Anda yang utuh dan damai. š
š Menjaga kesehatan mental bukan hanya tentang merasa ābaik-baik sajaā ā tapi tentang keberanian untuk mengenali luka dan menyembuhkannya. Dan itu, adalah tanggung jawab terbaik Anda terhadap diri sendiri.
Jika Anda merasa nyetir adalah satu-satunya pelarian, ingatlah: Anda berhak mendapatkan ketenangan yang tidak harus dibayar dengan bensin dan waktu yang terus habis.
š S.E.R.V.OĀ® Clinic siap mendampingi Anda.
šš£ļøš¬š§ š± ā Anda tidak sendiri. Anda bisa sembuh. Dan Anda layak merasa tenang.