Bagi orang awam, takut mati dianggap berlebihan.
Apalagi kalau korban yang merasa takut mati, berusia masih muda, berbadan sehat dan berpendidikan tinggi pula.
Namun bagi seseorang pengidap fobia mati, hal tersebut benar benar sangat menganggu, bahkan tidak jarang mengakibatkan insomnia karena khawatir, saat kematian datang, dirinya tidak siap.
Hampir semua situasi yang berhubungan dengan kematian dapat membuatnya cemas seperti melihat bendera kuning, suara sirine, kain kafan, mobil ambulan, iring iringan mobil, orang membaca Yasin, dsb.
Ketakutan tersebut dapat disebabkan oleh pemahaman yang keliru tentang kematian seperti di takut takuti teman main saat kecil, komik bergambar mengenai hukuman di neraka, tayangan di TV tentang kematian atau ketidak siapan ybs. menyaksikan peristiwa kematian dimasa lalu seperti melihat jenasah yang sudah dikafani, menyaksikan orang yang sedang mengalami sakratul maut atau pernah mengalami peristiwa ekstrim yang membuat dirinya mengira akan mati seperti sakit keras, hampir mati tenggelam, menghirup asap beracun, kelelahan akut dsb.
Bahasa program “mati aku” ditambah sifat perasa korban, ataupun imajinasi liar tentang kematian seperti membayangkan jenasah yang baru dikubur tentu kesepian, merasa kedinginan, sulit bernafas di lubang sempit, sulit bergerak karena terlilit kafan dsb. dapat semakin memperkuat perasaan takut mati tsb.
Ingin Bebas Takut Mati? KLIK > https://servo.clinic/alamat/