Sulit Mema’afkan Diri?

Dalam proses bertumbuh, tidak ada manusia yang bisa langsung tumbuh sempurna, melainkan melalui proses penyempurnaan yang terus menerus.

Itu sebabnya kenapa seorang anak untuk mencapai tahap mampu berlari harus melalui tahapan pembelajaran mulai dari tengkurap, duduk, merangkak, belajar berdiri, berjalan dan akhirnya berlari.

Untuk melalui setiap tahapanpun, diperlukan waktu yang tidak sedikit, tenaga dan usaha yang keras, bahkan tidak jarang diselingi dengan jatuh bangun dan rasa sakit.

Satu hal yang menarik para bayi umumnya tidak terlalu peduli dengan berapa kali jumlah jatuh bangun ataupun rasa sakit yang dirasakan, melainkan fokus pada upaya menaklukkan tahapan bertumbuhnya.

Disinilah peran orang tua atau pengasuh menjadi sangat penting, khususnya menumbuhkan pengertian bahwa rasa sakit saat jatuh bukanlah hal buruk yang harus disesali, melainkan cuma sinyal untuk menyempurnakan cara duduk, cara berdiri, cara berjalan ataupun cara lari yang benar.

Begitu pula dengan tahapan seseorang untuk menjadi dewasa, berbuat keliru, berbuat salah ataupun khilaf adalah adalah tahapan alamiah yang harus dilalui semua orang sebelum akhirnya menjadi sempurna.

Jadi perilaku menyesali diri, menghukum diri apalagi sampai sulit memaafkan diri adalah sebuah perilaku yang menzalimi diri sendiri karena menutup peluang seseorang untuk bisa terus menyempurnakan dirinya.

Ingin mudah memaafkan diri sendiri? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Salah Memilih Jurusan

Apakah kita merasa salah memilih peminatan saat di SLA atau salah memilih fakultas saat kuliah ataupun salah memilih pekerjaan?

Umumnya kita baru merasa sedang berada pada jurusan yang salah saat sudah terlanjur berkecimpung di bidang tersebut.

Hal tersebut ditandai dengan perasaan tidak nyaman, gelisah, mudah tegang, sulit konsentrasi, fobia, bingung saat berinteraksi dengan aktifitas tersebut dan cenderung menghindar, timbul perasaan malas, menunda dan tidak jarang mulai terjebak pada bentuk bentuk kecanduan.

Adapun pemicunya bisa di sebabkan oleh banyak macam seperti ketidak siapan saat memilih jurusan, patuh pada orang tua, ikut teman, menghindari pelajaran tertentu, hasil psikotes yang tidak akurat dll.

Namun penyebabnya bisa jauh lebih awal seperti trauma dimarahi orang tua saat kecil, dihukum guru, trauma dibully, orang tua yang terlalu khawatir dll.

Untuk itu ada dua cara yang bisa dilakukan, jika kesadaran muncul di awal awal salah jurusan dan masih dimungkinkan untuk pindah jurusan yang paling kita sukai maka sebaiknya diubah, namun jika kesadaran salah jurusan baru muncul belakangan maka dengan bantuan terapi hal tersebut InshaaAllah masih dapat diatasi.

Ingin jadi yang terbaik? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Ancaman Bunuh Diri ?

Sebagai seorang remaja putri, apakah Anda pernah dipaksa untuk menerima cinta dari seorang pria dan jika Anda menolaknya, ia mengancam akan bunuh diri dan menyalahkan diri Anda sebagai penyebabnya ?

Jika ya, sesungguhnya Anda sedang berhadapan dengan seorang pengecut yang tidak memiliki kemampuan mendapatkan Anda secara terhormat, tetapi justru melemparkan tanggung jawab atas “tindakan bodoh” yang ia lakukan.

Jangan biarkan perhatian ataupun kepedulian Anda pada orang lain dimanipulasi untuk merugikan diri Anda sendiri, karena bagaimana mungkin ia akan dapat bertanggung jawab pada diri Anda kalau pada dirinya sendiri saja ia tidak mampu.

Dan hal penting lainnya adalah tidak ada satu dalil agama ataupun hukum yang mengharuskan Anda memikul tanggung jawab untuk sebuah kesalahan yang tidak Anda perbuat.

Cara paling mudah menghadapi pria lebay seperti itu adalah cukup dengan mengabaikan dan katakan :”Lu mau bunuh diri atau kagak bukan urusan gue dan kalopun lu mati, emang gue pikirin ?”, lalu tinggalkan !

Waktu, hidup dan masa depan Anda, terlalu berharga untuk digadaikan pada seorang pria yang kekanak kanakan.

Ingin cepat berubah ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/