Kok Rakyat ?

16/08/2006

  

Kompas, 23 Mei 2006 mengangkat judul utama “Krisis Listrik Berlanjut”, Masyarakat Kembali Diminta Kurangi Pemakaian.

Dimana letak salah kaprahnya ? Lha wong tanpa diminta, dengan tingkat kesejahteraan yang makin lama makin seret tentu saja masyarakat otomatis berhemat. Lagipula secara urut logika, kalaupun rakyat sendiri yang membayar rekeningnya, sudah menjadi haknya untuk menggunakan sesukanya. (kecuali yang bensinnya dibayarin negara, seperti salah seorang pejabat propinsi yang sampe sampe salah nyebutin harga bensin di TV).

Yang juga salah kaprah adalah himbauan perusahaan tersebut dilakukan kemasyarakat sementara masyarakat dengan kasat mata melihat ada lampu lampu jalanan menyala hingga siang. Belum dicek juga apakah kantor-nya sendiri jangan jangan loss strum. Yang jelas di “tipi” saat sang Raja baru saja menghimbau penghematan listrik ternyata lampu di Kerajaan banyak yang pemakaiannya tidak sesuai fungsi (prosedurnya ada ngga ya ???).

Dengan makin canggihnya tehnologi pengendalian, rasa rasanya bukan hal yang sulit bagi perusahaan tsb. untuk mengendalikan penggunaan lampu jalan secara tepat.

Jika problemnya adalah mental SDM, setting ulang saja “motivasi” karyawannya.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s