Life skill education ?

Pernahkah terfikir oleh perusahaan untuk memberikan pelatihan tentang “ketrampilan hidup” kepada karyawannya  ?

Apakah perusahaan merasa, hasil psikotes sudah cukup mewakili kepentingan perusahaan dalam hal penerimaan karyawan ? Apakah perusahaan merasa perlu untuk melengkapinya dengan keterampilan mengelola stress, kepekaan dalam mengenali perasaan pribadi dan pelanggannya, mengetahui “cara” membangun kebiasaan kebiasaan baik, kemampuan pengendalian diri, peningkatan kompetensi, “cara” meningkatkan motivasi, “cara” menghipnotis pelanggan dsb.

Apakah “keterampilan hidup” cukup diserahkan kepada pendidikan keluarga darimana karyawan berasal ? atau Apakah perusahaan berfikir sebaliknya yaitu menyamakan frekwensi agar “tune-in” antara satu karyawan dengan karyawan lainnya ? Menyamakan persepsi agar perbedaan kesukuan bisa disajikan dalam satu harmoni kerja ? Dapat memilah dengan tepat mana kepentingan pribadi dan mana kepentingan perusahaan ?

Apakah perusahaan memiliki minat agar “kebiasaan kebiasaan pribadi”, motivasi pribadi, misi pribadi dapat ditumbuhkan dan disinergikan menjadi kebiasaan kebiasaan perusahaan, motif perusahaan ataupun misi perusahaan sehingga secara keseluruhan akan membentuk “budaya kerja” perusahaan ?

Jika ya, pastikan bahwa pendidikan “keterampilan hidup” bersifat pilihan dan bukan sesuatu yang dipaksakan. Mengapa demikian ? Karena perubahan baru dapat terjadi hanya jika diinginkan ybs. Jadi tugas perusahaan adalah memfasilitasi perubahannya itu sendiri.

Tapi bukankah perusahaan berhak memaksakan suatu program perubahan kepada karyawannya ? Betul, tetapi tidak untuk perubahan yang berhubungan dengan “motivasi”. Perusahaan baru dapat memaksakan jika berhubungan dengan penetapan sasaran fungsi, pelaksanaan standar standar perusahaan, peraturan perusahaan dsb. Itupun tidak terlalu tepat jika dihubungkan dengan “jumlah ketidak sesuaian” yang dapat terjadi disatu departemen, tetapi lebih kepada sejauh mana fungsi terkait “peduli” atau “tidak peduli” terhadap tindakan perbaikan ataupun pencegahan tsb.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

2 thoughts on “Life skill education ?”

  1. Mengapa life skill hanya digarap setengah hati ?

    Sulit rasanya bangsa ini maju bila penentu kebijakan pendidikan hanya ber KKN belaka.

    1. Itu sebabnya marak korupsi, illegal loging, pencemaran lingkungan, bocoran soal ujian dsb. karena pembelajaran hanya dipandang sebagai tujuan bukan alat, padahal yang namanya kecerdasan tidak hanya sebatas kognitif.

      Penghargaan terhadap pembelajaran sebagai sebuah “proses” dianggap terlalu abstrak, buang buang waktu dan tidak ada duitnya maka yang laku adalah “jalan pintas”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s