Klien Terapi yang Efektif ?

Sering datang ke pada saya, klien yang meminta agar anggota keluarganya di Servo (di terapi). Bisa seorang suami yang meminta istrinya di terapi ataupun orang tua yang minta anaknya di terapi.

Tetapi waktu ditanyakan kembali kepada ybs. apakah sang istri atau sang anak yang meminta terapi ? Ternyata jawabannya : BUKAN, yang menginginkan agar mereka diterapi adalah dirinya.

Konyolnya pada waktu dikonfrontrir ke sang istri, sang istri justru menganggap suaminyalah yang bermasalah. Atau bisa juga pada waktu sang anak diajak bicara, ybs. merasa baik baik saja, ha ha ha…..

Mengapa hal tersebut dapat terjadi ?

Memang sering dalam problem komunikasi, seseorang secara tidak sadar memaksakan kehendak ataupun pikirannya kepada orang lain. Jika orang lain tersebut tidak setuju maka orang lain tersebut, bisa pasangan, bisa anak, langsung di beri “label” bermasalah.

Menghadapi situasi yang seperti ini, biasanya yang pertama kali kami mintakan kesediaanya untuk di terapi adalah si pemintanya terlebih dahulu. Baru kemudian anggota keluarganya, itupun masih dalam tahap konsultasi.

Karena problemnya adalah problem “komunikasi”, biasanya cukup dilakukan “mediasi” tanpa harus dilakukan “terapi”.

Akan tetapi jika permintaan terapi datang dari diri ybs. biasanya terapi menjadi lebih mudah. Contoh : terapi menghilangkan kebiasaan merokok, terapi penurunan berat badan, terapi fobia dsb.

Jadi sebelum meminta terapi, pastikan lebih dahulu kesediaan diri kita untuk “berubah” !.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s