Perbuatan yang bodoh ?

Peristiwa # 1.

Saya sangat suka memanfaatkan momentum pagi hari, sewaktu mengantar anak kesekolah untuk berdiskusi, membicarakan pikiran dan perasaan-nya dan mempelajari fenomena disekitar kita. Saya beranggapan waktu tersebut adalah waktu “emas”, karena kita masih “segar” dan memiliki perhatian yang sama.

Alhamdulillah, pagi ini saya merasa berhasil memberikan satu masukan bagus kepada anak saya tsb. Sewaktu mobil kami akan berpindah dari jalur lambat ke jalur cepat, tiba tiba ada sebuah motor yang juga akan pindah jalur, tetapi menyalib kami dari sebelah kiri. Spontan saya bergumam :”Perbuatan yang bodoh…….” Menyadari bahwa omongan saya dapat dipersepsikan keliru oleh anak saya, kemudian saya jelaskan kepadanya :”Mengapa Papa mengatakan perbuatan yang bodoh ? Karena saat pindah jalur, konsentrasi pengendara mobil lagi ke jalur cepat sehingga menyalib dari kiri akan membahayakan diri sendiri.” Dan mengapa Papa mengatakan “perbuatannya yang bodoh”, bukan orangnya yang bodoh ? “Karena hanya pada “titik” orang tersebut menyalib dari kiri sajalah dia bertindak bodoh.” Jadi Papa tidak men”cap” orang tersebut bodoh dalam semua hal”.

Sekitar sepuluh menit kemudian sampailah kami pada sebuah pertigaan. Disitu kami melihat ada seorang polisi berdiri pada posisi yang tidak memberikan kontribusi apa apa pada kelancaran lalu lintas. Kemudian saya berdiskusi kembali dengan anak saya…..:” Lihat, Polisinya berdiri pada posisi yang tidak memberikan manfaat apa apa pada kelancaran lalu lintas, sungguh perbuatan yang aneh ?” Anak saya langsung menyela :”Bukan, sungguh perbuatan yang bodoh !”

Sayanya :”……………..??? (nah lho, jadi geli sendiri).

Peristiwa # 2.

Peristiwa kedua terjadi 2 bulan kemudian, kali ini terjadi di perempatan jalan dan dengan polisi yang berbeda.

Tiba tiba anak saya tertawa lepas (biasanya cuma senyum senyum) saat melihat seorang polisi wanita sedang melambai lambaikan tangan menyuruh kendaraan untuk terus maju ke depan di posisi yang sama sekali tidak strategis (maksudnya, dengan ataupun tanpa ada polisi diposisi tersebut tidak mungkin ada kendaraan yang secara sengaja berani berhenti, karena lalu lintas disitu sangat padat).

Saya juga tertawa dan pura pura bertanya :”Kenapa mas, kok seneng sekali ?”

Jawab putra saya :”Habis polisinya lucu, tindakannya tidak ada fungsinya sama sekali.”

Saya jawab :”Tau nggak mas, demikian pula dengan kita, kalau kita melakukan tindakan yang tidak ada fungsinya, juga akan ada yang mentertawakan kita.”

Putra saya :”Ha ha ha …………………………”

Sungguh pagi yang menyenangkan !.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s