Adaptasi ?

Saat seseorang keluar dari zona nyaman seperti saat menetapkan tujuan baru, meningkatkan target baru, situasi baru, lingkungan baru, suasana baru, pekerjaan baru, biasanya timbul perasaan tegang, berdebar debar, detak jantung dan pola nafas menjadi lebih cepat.

Hal tersebut merupakan reaksi yang wajar karena sistem peringatan tubuh alami sedang memperingatkan adanya sesuatu stimuli diluar kebiasaan ataupun adanya bahaya yang mengancam. Secara biokimia hormon Adrenalin dalam tubuh menjadi meningkat dan menstimuli jantung bekerja lebih kuat memompa darah keseluruh tubuh. Akibatnya kita merasa lebih waspada, terjaga dan ketegangan semakin meningkat.

Yang membedakan adalah …. jika stimuli tersebut dipersepsikan sebagai ancaman …. maka ketegangan yang muncul biasanya berupa rasa cemas, takut, bahkan fobia. Pada situasi seperti ini kadar hormon Kortisol (hormon penyebab stress) dalam darah juga meningkat.

Sebaliknya jika stimuli tersebut dipersepsikan sebagai sebuah tantangan maka ketegangan tersebut dirasakan sebagai hal yang menggembirakan dan menyenangkan. Dalam keadaan seperti ini hormon pengendali stress Dehydroepiandrosterone-S (DHEA-S) yang justru meningkat.

Untuk itulah saat kita harus keluar dari zona nyaman, kemampuan untuk melihat sisi yang terang ataupun positif dari sebuah peristiwa akan membuat kita menjadi lebih mudah menjalani hidup.

Pertanyaan berikutnya adalah … mengapa kita harus mengijinkan diri kita keluar dari zona nyaman ?

Berhenti pada zona nyaman memang menyenangkan…. karena pada zona tersebutlah kita merasa terkendali, nyaman dan tenang.

Namun terlalu lama bersembunyi pada zona tersebut beresiko menghilangkan kesempatan kita untuk tumbuh karena sudah menjadi hukum alam bahwa hanya dengan menghadapi dan mengatasi persoalan hidup derajat kemanusiaan kita meningkat.

Hanya saja masing masing orang berbeda …. ada yang telah menemukan “cara” men-sikap-i persoalan, ada yang sedang dalam proses menemukan “cara”, ada yang sama sekali tidak tau bahwa ada “cara” untuk memecahkan persoalan.

Berikut beberapa tips yang mudah mudahan dapat membantu kita menyesuaikan diri dengan perubahan :

1. Kita harus percaya bahwa dibalik setiap persoalan selalu ada solusi
2. Kita harus percaya bahwa kita adalah mahluk Allah Swt. yang paling sempurna diantara mahluk ciptaan lainnya (karena diberi Akal) sehingga kita memiliki kemampuan dalam menghadapi persoalan
3. Persoalan adalah sesuatu keniscayaan (hal yang harus ada) dalam hidup …. karena hanya melalui persoalan kita tumbuh atau uzur
4. Untuk hal yang tidak bisa kita ubah atau diluar zona kendali kita maka tidak ada cara lain selain menyerahkan kepada sang Pemilik
5. Sedang untuk hal yang masih dalam zona kendali kita atau yang masih bisa kita ubah (cobaan) hanya dengan cara meningkatkan keahlian kita meningkatkan kendali atas hidup kita
6. Selama hasil belum sesuai dengan yang kita inginkan … maka kita harus bersedia sabar, ihtiar dan mengubah cara.
7. Dan jika hasil telah sesuai dengan yang kita inginkan maka kita harus bersedia meningkatkan target ataupun sasaran baru.
8. Terlalu lama berhenti pada zona nyaman praktis akan membuat hidup kita “berhenti”.

Jika upaya mengatasi hal tersebut belum juga berhasil …. mintalah bantuan profesional, karena mungkin telah terbentuk hambatan psikis (mental block) dalam diri kita.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s