Mekanisme Pertahanan ?

Mekanisme Pertahanan Ego (ego defense mechanism) merupakan strategi yang dipakai individu untuk menolak impuls instingtif yang tidak dikehendaki sekaligus melindungi individu dari kecemasan yang berlebihan.

Hal tsb. dapat berupa upaya membentengi impuls masuk ke wilayah kesadaran ataupun membelokkan impuls sehingga intensitas asli berkurang namun semua mekanisme pertahanan memiliki tiga ciri persamaan yaitu :

  1. Beroperasi pada level tak sadar
  2. Selalu menolak, memalsu atau memutar balikkan kenyataan
  3. mengubah persepsi nyata seseorang sehingga stimulus menjadi kurang mengancam.

Freud mendiskripsikan ada tujuh mekanisme pertahanan meliputi :

  1. Identifikasi (Identification) : sebuah upaya untuk mereduksi ketegangan dengan cara meniru atau mengidentifikasi diri dengan orang yang dianggap berhasil memuaskan hasratnya dibanding dirinya. Misal : meniru orang tuanya, gurunya, atlit ataupun penyanyi idola.
  2. Pemindahan atau reaksi kompromi (Displacement / Reactions Compromise) : upaya untuk mereduksi ketegangan dengan cara mengganti ganti obyek melalui :
    1. Sublimasi, misal mengisap permen sebagai sublimasi kenikmatan mengisap ibu jari
    2. Substitusi, misal remaja yang cemas akan dorongan seksnya menyalurkannya melalui bacaan cabul atau onani
    3. Kompensasi, misal tubuh yang pendek dikompensasikan dengan sikap percaya diri yang berlebihan.
  3. Represi (repression) : upaya mereduksi ketegangan dengan cara menekan ide, ingatan, fikiran yang dapat menimbulkan kecemasan keluar dari kesadaran. Represi dapat muncul dalam bentuk campuran misal :
    1. Represi + displacement : Remaja yang takut kepada orang tuanya mengekspresikan kemarahannya dalam bentuk melawan gurunya
    2. Represi + simptom histerik : Pilot yang mengalami kebutaan setelah menyaksikan partner kopilotnya meninggal saat kecelakaan pesawat.
    3. Represi + psychophysiological disorder : Wanita yang mengalami sakit migrain setiap kali menahan rasa marahnya.
    4. Represi + fobia : Pria yang takut dengan barang yang terbuat dari karet karena selalu teringat akan kemarahan ayahnya saat dirinya memecahkan balon karet kesayangan adiknya.
    5. Represi + nomadisme : Orang yang suka berpindah pindah tempat ataupun minat karena frustasi dan ingin selalu lari dari masalah
  4. Fiksasi dan Regresi (Fixation and Regression) :
    1. Fiksasi : Terhentinya pertumbuhan normal mental seseorang akibat ketidak mampuan mengatasi peristiwa buruk yang ekstrem ataupun kontinyu dimasa lalu. Misal : ketergantungan finansial pada orang tua akibat dimanja.
    2. Regresi : Sikap untuk selalu kembali mundur ke tahap perkembangan terdahulu (biasanya ke tahap dimana pernah mengalami fiksasi) karena menimbulkan rasa nyaman.
  5. Pembentukan reaksi (Reaction Formation) : tindakan defensif dengan cara mengganti impuls atau perasaan tidak nyaman dengan kebalikannya. Misal : Suami yang membenci istrinya, memperlakukan istrinya dengan memanjakan atau mencumbunya secara berlebihan.
  6. Pembalikan (Reversal) : mengubah status ego dari aktif menjadi pasif. Misal : Benci pada ibu yang pilih kasih namun dibalik menjadi benci kepada dirinya sendiri.
  7. Projeksi (projection) : mengubah kecemasan neurotik atau moral menjadi kecemasan realistik . Misal : Saya membenci dia (menimbulkan kecemasan neurotik) diubah menjadi dia membenci saya (salah dia sendiri).

Sumber : Alwisol, Psikologi Kepribadian, 2004.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

2 thoughts on “Mekanisme Pertahanan ?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s