Gangguan Kepribadian Narsisistik ?

Gangguan Kepribadian Narsisistik adalah gangguan kepribadian dramatik, emosional atau tidak menentu yang melibatkan pola grandiositas yang sangat kuat dalam fantasi atau perilaku; membutuhkan pujian dan kurang memiliki empati.

Ciri ciri gangguan kepribadian Narsisistik menurut DSM-IV-TR meliputi :

  • Pola grandiositas yang sangat kuat dan kebutuhan untuk dipuji dan empati, yang bermula pada masa dewasa awal
  • Perasaan grandiose bahwa dirinya orang penting (misal : merasa memiliki talenta yang luar biasa)
  • Asyik dengan fantasi fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kecerdasan, kecantikan atau cinta ideal yang tanpa batas.
  • Keyakinan bahwa dirinya istimewa dan hanya dapat dipahami oleh atau seharusnya hanya berhubungan dengan orang orang istimewa lain atau orang orang yang berstatus tinggi.
  • Minta dipuji secara eksesif
  • Mengeksploitasi orang lain untuk mencapai tujuannya
  • Kurang memiliki empati
  • Sering iri terhdap orang lain atau percaya bahwa orang lain iri kepadanya
  • Bersikap arogan

Mereka menilai tinggi dirinya sendiri-mungkin bahkan melebih lebihkan kemampuan riil mereka. Mereka menganggap dirinya berbeda dengan orang lain dan pantas menerima perlakuan khusus.

Para psikoanalis, termasuk Freud, menggunakan istilah Narcissistic untuk mendiskripsikan orang orang yang menunjukkan bahwa dirinya orang penting secara berlebih lebihan dan asyik dengan keinginan mendapatkan perhatian (Cooper dan Ronningstam, 1992).

Mereka merasa tidak nyaman kecuali bila ada orang yang mengagumi dirinya. Perasaan dan fantasi kebesarannya yang berlebih lebih grandiosity, menciptakan sejumlah atribut negatif. Mereka membutuhkan dan mengharapkan perhatian khusus-meja terbaik di restoran, tempat parkir ilegal di depan gedung bioskop dan lain lain.

Mereka cenderung memenfaatkan dan mengeksploitasi orang lain bagi kepentingannya sendiri dan hanya menunjukkan sedikit empati.

Ketika dihadapkan pada orang lain yang sukses, mereka bisa merasa sangat iri hati dan arogan. Dan karena mereka sering tidak mampu mewujudkan harapan harapannya sendiri, mereka sering merasa depresi.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s