Gangguan Penggunaan Alkohol ?

Gangguan penggunaan Alkohol adalah masalah kognitif, perilaku dan sosial yang berhubungan dengan penggunaan dan penyalahgunaan alkohol.

Meskipun alkohol adalah depresan, efek awalnya berupa stimulasi yang nyata. Kita pada umumnya mengalami perasaan bugar, hambatan kita berkurang, dan kita menjadi lebih ramah (outgoing). Ini karena apa yang pada awalnya tertekan-atau melambat- adalah pusat pusat hambatan di otak.

Tetapi dengan minum terus menerus, alkohol menekan lebih banyak wilayah dalam otak yang menghalangi kemampuan mereka untuk berfungsi dengan baik. Koordinasi motorik kita terhambat (cara berjalan kita sempoyongan, bicara kita seperti tertelan, waktu reaksi kita melambat, kita merasa bingung, kemampuan kita untuk mengambil keputusan berkurang dan bahkan penglihatan serta pendengaran kita juga dapat terpengaruh secara negatif yang semuanya membantu menjelaskan mengapa menyetir dalam keadaan terintoksikasi sangat berbahaya.

Ciri ciri Gangguan Intoksikasi Alkohol menurut DSM-IV-TR meliputi :

  • Perubahan perilaku atau psikologis yang tidak semestinya dan signifikan karena mencerna alkohol
  • Terdapat satu atau lebih dari tanda tanda, cara bicara yang seperti tertelan, koordinasi yang terganggu, cara berjalan yang sempoyongan, nystagmus, hambatan dalam perhatian dan ingatan, stupor atau koma.

Alkohol mempengaruhi banyak bagian di tubuh kita. Setelah dicerna, alkohol melewati kerongkongan (esofagus), lalu masuk kedalam lambung sebagian kecil diserap. Kemudian masuk ke usus halus, di usus halus alkohol dengan mudah diserap ke dalam aliran darah. Sistem sirkulasi mendistribusikan alkohol ke seluruh tubuh dan mengalami kontak dengan beberapa organ utama seperti jantung.

Sebagian alkohol masuk ke paru paru, alkohol menguap dan diembuskan, sebuah fenomenon yang menjadi dasar untuk tes breath analyzer yang mengukur tingkat intoksikasi. Ketika alkohol berjalan melalui hati, ia dipecah atau dimetabolisasikan menjadi karbon dioksida dan air oleh enzim enzim (Maher, 1997).

Sistem seretonin tampaknya juga sensitif terhadap alkohol. Sistem neurotransmiter ini mempengaruhi suasana perasaan, tidur dan perilaku makan dan dianggap bertanggung jawab atas kebutuhan yang sangat terhadap alkohol (alcohol craving). (Oscar-Berman dan kawan kawan, 1997). Karena alkohol mempengaruhi begitu banyak sistem neurotransmiter, mestinya tidak mengejutkan bila alkohol memiliki efek efek yang begitu meluas dan kompleks.

Efek jangka panjang dari kebiasaan minum berat sering kali juga sangat serius. Withdrawal dari penggunaan alkohol yang kronis biasanya termasuk tremor berat dan dalam beberapa jam, mual dan muntah muntah, kecemasan, halusinasi sementara, agitasi, insomnia dan yang paling ekstrem withdrawal delirium (delirium tremens-DT), sebuah kondisi yang dapat menghasilkan halusinasi yang menakutkan dan tremor tubuh.

Apakah alkohol akan mengakibatkan kerusakan organik ? Hal itu tergantung pada kerentanan genetik, frekuensi penggunaan, lamanya binge (minum minum secara berlebihan), tingkat alkohol dalam darah yang diperoleh selama periode minum dan apakah tubuh diberi waktu untuk pulih diantara waktu waktu binge (Mack dan kawan kawan, 2003).

Konsekwensi dari minum alkohol yang eksesif dalam jangka panjang adalah penyakit hati, radang pankreas, gangguan gangguan kardiovaskuler dan kerusakan otak.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Ingin bebas kecanduan? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Catatan : Ruang lingkup pelayanan S.E.R.V.O® hanya pada tahap Pasca Detoksifikasi. Tujuan terapi adalah menghilangkan efek “sugesti” sehingga mencegah resiko kambuh kembali (relapse).

2 pemikiran pada “Gangguan Penggunaan Alkohol ?

  1. Mohon dijelaskan juga tentang cara mengatasi efek dari alkohol itu sendiri, atau mengurangi. karena sekarang banyak sekali yang bekerja di dunia malam mau tidak mau mengkonsumsi alkohol itu sendiri. Mohon pencerahannya trims

    • Kerja alkohol yang mempengaruhi banyak neuroreseptor yang berbeda, menimbulkan efek yang sangat luas dan kompleks sehingga sulit dipelajari.

      Sebaiknya, saat ingin mengurangi atau berhenti mengkonsumsi alkohol perlu didampingi profesional, karena adanya resiko alcohol withdrawal delirium tsb. dan untuk menghilangkan efek kambuh kembali (relapse), perlu ditunjang dengan hipnoterapi ataupun Servotherapy.

      Diperkirakan, hampir tiga perempat penderita gangguan alkohol memiliki gangguan psikiatris lain seperti depresi berat, gangguan kepribadian antisosial ataupun bipolar (Compton, Cottler, Jacobs, Ben-Abdallah dan Spitznagel, 2003).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s