DANNY, Ketergantungan Ganda

Pada umur 35, Danny meringkuk di tahanan, menunggu diadili atas tuduhan membongkar pompa bensin dan mencuri uang.

Kisah Danny mengilustrasikan pola seumur hidup yang menjadi ciri perilaku banyak orang yang tertimpa gangguan terkait substansi.

Danny dibesarkan di daerah suburban di Amerika Serikat. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini cukup disukai di sekolah dan merupakan siswa yang biasa biasa saja.

Seperti teman temannya, ia sudah mulai merokok dan minum minum bir bersama teman temannya di belakang sekolah pada usia belasan. Tetapi, berbeda dengan kebanyakan temannya, Danny hampir selalu minum sampai benar benar mabuk.

Ia juga bereksperimen dengan banyak obat obatan lain termasuk kokain, heroin, speed (amfetamin) dan downers (barbiturat).

Selepas SMA Danny masuk ke sebuah community college lokal selama satu semester, tetapi drop out setelah gagal dalam sebagian besar mata kuliah yang diambilnya. Prestasi buruknya di sekolah tampaknya lebih karena ia sering membolos daripada karena ia tidak mampu memahami materinya.

Ia mengalami kesulitan untuk bangun dan berangkat kuliah setelah berpesta semalaman dan keadaan semacam ini semakin lama semakin sering terjadi. Suasana perasaannya sangat bervariasi dan ia sering merasa tidak gembira.

Keluarga Danny tahu bahwa Danny kadang kadang minum terlalu banyak, tetapi mereka tidak tahu (atau tidak mau tahu) tentang penggunaan obat lainnya. Selama bertahun tahun Danny melarang siapapun untuk masuk ke kamarnya, setelah ibunya sempat menemukan paket paket kecil bubuk putih (yang kemungkinan adalah kokain) dilaci kaus kakinya.

Ia mengatakan bahwa barang itu milik temannya yang ia simpankan dan akan segera dikembalikannya. Ia takut keluarganya curiga bahwa ia menggunakan obat obatan. Keluarganya kadang kadang kehilangan uang dan suatu ketika peralatan stereo dirumahnya tiba tiba lenyap, tetapi tak seorangpun dikeluarganya curiga bahwa Danny-lah pelakunya.

Danny pernah menjalani berbagai macam pekerjaan bergaji rendah. Dan saat ia memiliki pekerjaan, keluarganya meyakinkan diri mereka sendiri bahwa ia sudah kembali ke jalan yang benar dan segala sesuatunya akan berjalan baik baik saja.

Sayangnya ia biasanya hanya bisa bertahan di suatu pekerjaan selama beberapa bulan saja. Uang yang didapatkan secara ajaib berubah menjadi obat dan ia biasanya dipecat karena sering tidak masuk kerja atau karena kinerjanya buruk. Karena tetap tinggal di rumah, Danny dapat bertahan meskipun sering kehilangan pekerjaan.

Pada usia akhir 20-an Danny tampak seperti menerima wahyu. Ia mengumumkan kepada semua orang bahwa dirinya membutuhkan bantuan dan berencana masuk ke pusat rehabilitasi alkohol. Ia tetap tidak mau mengaku telah menggunakan obat obatan lainnya. Kegembiraan dan kelegaan keluarganya meluap luap dan tidak seorangpun mempertanyakan ketika ia minta uang beberapa ribu dolar untuk membayar program rehabilitasi yang akan diikutinya.

Tetapi telepon dari kepolisian setempat mengakhiri semua fantasi ini. Danny ditemukan sedang high (mabuk berat) dan tinggal di sebuah bangunan yang terbengkalai.

Seperti banyak insiden semacam ini, kita tidak pernah mempelajari seluruh detailnya, tetapi tampaknya Dannya telah menghabiskan uang keluarganya untuk obat dan selama 3 minggu berpesta obat dengan beberapa temannya.

Dusta Danny dan sikapnya yang secara finansial tidak bertanggung jawab membuat hubungan dengan keluarganya tegang. Ia tetap diperbolehkan tinggal di rumah, tetapi orang tua dan kakak kakaknya menyingkirkan Danny dari kehidupan emosional mereka.

Danny tampak bertobat. Ia bekerja di sebuah pom bensin selama hampir 2 tahun. Ia menjadi akrab dengan pemilik pom bensin dan putranya. Ia juga sering pergi berburu bersama keluarga itu.

Tetapi entah mengapa, Danny kembali suka minum dan menggunakan obat obatan. Ia ditahan karena merampok orang yang telah memberinya pekerjaan selama berbulan bulan.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Ingin bebas kecanduan? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

2 pemikiran pada “DANNY, Ketergantungan Ganda

  1. Saya punya ketergantungan terhadap alkohol sejak saya SMP.

    Awalnya saya meminum putaw, ganja dan shabu-shabu. Kini saya tidak bisa lepas dari alkohol.

    Apakah ketergantungan saya terhadap alkohol bisa sembuh?

    • Jika sudah ada keinginan berhenti, BISA ! Tinggal lagi seberapa cepat kita menemukan “cara” untuk berhenti (dengan ataupun tanpa bantuan terapis).

      Keuntungan berhenti dengan upaya sendiri dalam hal “biaya” yang biasanya murah dan hampir tanpa biaya, kerugiannya dalam hal “waktu” karena harus melalui “coba-coba” dan resiko gagal, sedang dengan bantuan terapis sebaliknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s