GRETA dan WILL, Tak tersatukan namun Saling Mencintai

Greta, seorang guru dan Will, seorang insinyur, adalah pasangan berumur akhir 20-an yang atraktif. Keduanya datang bersama sama pada saat wawancara pertama.

Dari sikap yang mereka tunjukkan saat memasuki ruang kantor klinik, tampak jelas mereka saling menyayangi. Mereka telah menikah selama 5 tahun. Ketika ditanyai tentang masalah yang membawa mereka datang ke klinik, Greta dengan cepat mengatakan bahwa ia tidak merasa pernah mengalami orgasme. Ia mengatakan tidak merasa karena ia tidak tahu pasti seperti apa rasanya orgasme !

Ia sangat mencintai Will dan kadang kadang dirinyalah yang memprakarsai hubungan seks, meskipun selama beberapa tahun terakhir hal itu semakin jarang terjadi.

Will yakin Greta tidak pernah mencapai orgasme. Bagaimanapun juga, mereka selalu menuju kearah yang berbeda secara seksual, dalam arti bahwa Greta semakin lama semakin tampak kurang berminat untuk berhubungan seks.

Dari kadang kadang mau memprakarsai hubungan seks pada awal perkawinan, sekarang ia nyaris tidak pernah lagi melakukannya, kecuali bila timbul dorongan meluap luap, dmana ia bisa memprakarsai hubungan badan dua atau tiga kali seminggu.

Tetapi itupun mungkin hanya sekali selama 6 bulan atau lebih jarang lagi. Tetapi Greta mengatakan bahwa kedekatan fisiklah yang ia paling inginkan pada saat berhubungan badan dan bukan kenikmatan seksual.

Penggalian lebih jauh menemukan bahwa kadang kadang ia benar benar merasa terangsang secara seksual, tetapi selama hidupnya ia sama sekali belum pernah mencapai orgasme, termasuk dalam percobaan percobaan masturbasi yang dilakukannya sebelum menikah.

Baik Greta maupun Will menyatakan bahwa masalah sekslah yang menjadi keprihatinan mereka karena hal hal lain yang menyangkut perkawinan mereka semuanya baik baik saja.

Greta dibesarkan dalam keluarga Katolik yang keras namun menyayangi dan suportif dan sedikit banyak mengabaikan soal seksualitas. Orang tuanya selalu berusaha untuk tidak mengekspresikan cinta mereka di depan Greta. Ketika ibunya memergoki Greta sedang memegang daerah kelaminnya, ia diperingatkan dengan agak keras untuk tidak melakukan tindakan semacam itu.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s