Tuan Z., Penyendiri

Seorang ilmuwan berusia 39 tahun dirujuk setelah kembali dari dinasnya di Antartika, dimana ia tidak mau lagi bekerja sama dengan orang lain, menyendiri di kamarnya dan mulai minum minum sendiri.

Tuan Z, menjadi yatim piatu pada umur 4 tahun. Ia dibesarkan oleh bibinya sampai umur 9 tahun dan setelah itu diasuh oleh seorang pengurus rumah yang suka menyendiri. Di universitas, prestasinya di bidang fisika sangat memuaskan, tetapi caturlah satu satunya kontak yang dimilikinya dengan pihak lain.

Selama kehidupannya selepas universitas, ia tidak memiliki teman dekat dan lebih banyak melakukan aktifitas aktifitas soliter. Sampai sebelum berdinas di Antartika, ia cukup sukses dalam riset riset di bidang fisika.

Beberapa bulan setelah kembali dari sana, ia minum paling tidak satu botol Schnapps setiaphari dan pekerjaanya terus memburuk. Ia tampak menahan diri dan rendah hati dan sulit untuk melibatkan diri secara efektif.

Ia tidak dapat menjelaskan kemarahan para koleganya terhadap sikap menyendirinya di Antartika dan tampak tidak peduli pada pendapat mereka tentang dirinya. Ia tidak tampak membutuhkan hubungan interpersonal apapun, meskipun ia mengeluhkan tentang perasaan bosannya dan suatu saat di tengah wawancara ia tampak menjadi sedih.

Ia mengungkapkan perasaan rindunya kepada pamannya di Jerman, satu satunya hubungan yang masih hidup yang dimilikinya. (Kasus kasus dan kutipan kutipan dari Treatment Outlines for Paranoid, Schizotypal and Schizoid Personality Disorders, oleh the Quality Insurance Project, 1990. Australian and New Zealand Journal of Psychiatry, 24, 339-350).

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

2 pemikiran pada “Tuan Z., Penyendiri

  1. sy berusia 16 th.

    Akhir2 ini sy sring mrasa hidup sendirian. Sy dr kls 4 sd sdh ditinggal cerai oleh ibu sy dan bpak slalu prgi ke luar negeri.

    Sy slalu di tgl sdrian di rmh dgn bi2 sy yg selalu menyakiti dan mencemooh sy dgn kt2 yg sgt menyakitkan. Oleh kareta itu sy merasa minder, lemah, takut bertemu dengan orang di sekitar rumah dan orang2 yang berada satu desa dgn sy, karena bibi sy selalu memfitnah sy dihadapan mereka semua. Hal ini yang membuat sy tertekan dan tidak dapat konsentrasi belajar.

    Sy tdk bs berterus terang pd ayah sy karena sy dr kecil tdk akrab dgn ayah karena sering ditinggal ke luar negeri, sementara ibu sy berada di luar pulau. Sekarang jd sy butuh bantuan agar sy bs terbebas dr rasa depresi, tertekan dan sendirian, sementara di desa sy tak ada satupun yg mau berteman dgn sy karena pengaruh bibi sy.

    Sy mhon bantuan, tlong bantu saya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s