Perbedaan Emosi Pria dan Wanita ?

Leslie Brody dan Judith Hall yang meringkas penelitian tentang perbedaan perbedaan emosi antara pria dan wanita, menyebutkan bahwa karena anak perempuan lebih cepat terampil berbahasa dari pada anak laki laki, maka mereka lebih berpengalaman dalam mengutarakan perasaannya dan lebih cakap dari pada anak laki laki dalam memanfaatkan kata kata untuk menjelajahi dan untuk menggantikan reaksi reaksi emosional seperti perkelahian fisik.

Sebaliknya, mereka mencatat, anak laki laki yang verbalisasi perasaannya ditumpulkan, sebagian besar tampaknya kurang peka akan keadaan emosinya, baik yang dalam dirinya sendiri maupun dalam diri orang lain (Brody dan Hall).

Pada umur sepuluh tahun, persentase jumlah anak perempuan dan anak laki laki yang secara lahiriah agresif-terdorong melakukan konfrontasi terbuka kalau marah-kurang lebih sama. Tetapi pada umur tiga belas tahun, muncul perbedaan mencolok antara kedua jenis kelamin ini: anak perempuan menjadi lebih pintar dari pada anak laki laki dalam taktik taktik agresif yang licik seperti pengucilan, desas desus jahat dan balas dendam secara tidak langsung.

Anak laki laki pada umumnya cenderung tetap melakukan cara kofrontasi bila marah, lupa akan adanya strategi strategi yang lebih tertutup ini (Robert B. Cairns dan Beverley D. Cairns). Ini barulah salah satu di antara banyak cara yang kurang dikuasai oleh anak laki laki-dan nantinya pria dewasa-daripada lawan jenisnya dalam bidang jalur jalur sampingan kehidupan emosional.

Bila anak perempuan bermain bersama sama, mereka melakukannya dalam kelompok kelompok kecil yang rukun, dengan penekanan pada minimalisasi permusuhan dan maksimalisasi kerja sama, sementara anak laki laki cenderung membuat kelompok kelompok yang lebih besar dengan tekanan pada perasaan saling bersaing.

Apabila seorang anak laki laki yang terluka marah marah, ia diharapkan minggir dan berhenti menangis agar permainan dapat terus berlangsung. Apabila hal yang sama terjadi pada kelompok anak perempuan, permainan akan berhenti sementara semua anak berkumpul untuk menolong si anak yang menangis.

Perbedaan antara anak laki laki dan perempuan ketika bermain memperlihatkan apa yang diutarakan oleh Carol Gilligan dari Harvard sebagai perbedaan kunci antar alaki laki dengan perempuan : laki laki bangga karena kemandirian dan kemerdekaannya-yang berpikiran ulet dan mandiri, sementara perempuan melihat dirinya sebagai bagian dari jaringan hubungan.

Laki laki terancam bila ada apa apa yang dapat menantang kemandiriannya, sementara perempuan lebih terancam oleh terputusnya hubungan yang mereka bina. Dan sebagaimana telah diutarakan oleh Deborah Tannen dalam bukunya You Just Don’t Understand, sudut pandang yang berbeda ini berarti bahwa pria dan wanita menghendaki dan menginginkan hal hal yang amat berbeda untuk dipercakapkan dimana pria puas berbicara tentang masalah masalah, sementara kaum wanita mencari hubungan emosi.

Sumber : Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s