Bungkam ?

Kagan menemukan bahwa anak anak penakut ini mempunyai tingkat reaktivitas yang melebihi rentang indeks sistem saraf simpatetik, mulai dari tekanan darah periode istirahat yang lebih tinggi dan pelebaran pupil yang lebih besar, hingga ke kadar penanda penanda norepinefrin yang lebih tinggi dalam air seni mereka.

Diam merupakan barometer ketakutan lainnya.

Ketika tim Kagan mengamati anak anak yang pemalu dan pemberani dalam lingkungan alami mereka-di kelas taman kanak kanak, dengan anak anak lain yang tidak mereka kenal atau ketika berbicara dengan seorang pewawancara-anak anak yang penakut itu bicaranya sedikit.

Seorang murid taman kanak kanak yang penakut tak akan menjawab apa apa bila anak lain berbicara kepadanya dan menghabiskan sebagian besar waktunya hanya dengan menonton anak lain bermain.

Kagan menduga bahwa diamnya seorang penakut dalam menghadapi hal baru atau ancaman yang dirasakannya merupakan tanda giatnya sirkuit saraf yang terdapat antara otak depan, amigdala dan struktur limbik di dekatnya yang mengendalikan kemampuan berbicara (dalam keadaan stres, sirkuit ini membuat kita “bungkam”).

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s