Lantai yang Terjungkat ?

Dalam acara Forum CEO Kompas100 di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Rabu 5 Maret 2008, Wapres Jusuf Kalla mengatakan :”Kalau tidak mau melihat infrastruktur jalan rusak dan berlubang, masyarakat harus mau subsidi terhadap listrik dan bahan bakar minyak di APBN dikurangi. Semuanya itu harus dibayar dengan mahal.”

Terlepas dari apakah pemerintah sendiri sudah “efisien” dalam pengelolaan subsidi listrik dan bahan bakar, pernyataan tsb. di atas masih masuk dalam wilayah kendali pemerintah. Namun pada pernyataan lanjutan : “Kalau tidak mau mengurangi temperatur AC, tidak mau menghemat listrik, bagaimana bisa subsidi berkurang. Kalau subsidi tidak berkurang, bagaimana kita bisa membangun infrastruktur ?” kata Wapres dan pernyataan tersebut sangat kontraproduktif.

Bagaimana Wapres membuktikan bahwa masyarakat tidak mau menghemat listrik ? Kalaupun “benar” masyarakat boros dalam menggunakan listrik, bukankah hal tersebut sudah menjadi haknya karena sudah membayar rekening listrik. Kalau yang dipersoalkan adalah “perilaku” konsumsi listrik yang boros bukankah hal tersebut juga merupakan harga yang harus dibayar pemerintah karena “investasi” di bidang pendidikan kita yang rendah.

Menumpu-kan kesalahan pada orang lain adalah perkara mudah, dengan demikian kita “bebas” dari tanggung jawab dan sebaliknya malah “dikasihani”. Sikap minta dikasihani lazim dilakukan oleh para “korban” yang merasa dipermalukan akibat ke “tidak mampuan” dirinya memenuhi harapan orang lain ataupun ketidak berdayaan dirinya (powerless) akibat dizalimi oleh pihak lain.

Hal tersebut dengan indah dilukiskan oleh sebuah pepatah Melayu “Awak yang tiada pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkat.”

“Membicarakan” masalah adalah berbeda dengan “mengeluh”, demikian pula “mencari” solusi adalah berbeda dengan mencari “dukungan”.

Apabila yang mengeluh adalah rakyat jelata hal tersebut dapat dimaklumi karena memang tidak memiliki posisi tawar apapun, namun apabila yang mengeluh adalah “pemimpin” yang notabene diberi gaji yang tinggi, wewenang yang besar, fasilitas yang berlimpah, entah mau di bawa kemana negeri ini ?

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s