Muatan Aktif ?

Temuan semacam itu menuntun ke arah peninjauan kembali tentang bagaimana muatan program pencegahan yang terbaik itu seharusnya, berdasarkan pada program yang menurut penilaian tak memihak terbukti betul betul efektif.

Dalam proyek lima tahun yang disponsori oleh W.T. Grant Foundation, konsorsium para peneliti yang mengamati masalah ini dan memilah milah muatan aktif yang dirasa penting demi keberhasilan program yang sukses itu (W.T. Grant Consortium).

Daftar keterampilan utama yang menurut kesimpulan konsorsium tersebut harus diliput, tanpa melihat masalah khusus mana yang akan dicegah oleh program itu, ternyata hampir sama dengan unsur kecerdasan emosional (W.T. Grant Consortium).

Keterampilan emosional itu mencakup kesadaran diri; mengidentifikasi, mengungkapkan dan mengelola perasaan; mengendalikan dorongan hati dan menunda pemuasan; serta menangani stres dan kecemasan.

Sebuah kemampuan penting untuk mengendalikan dorongan hati adalah mengetahui perbedaan antara perasaan dengan tindakan dan belajar membuat keputusan emosional yang lebih baik dengan terlebih dahulu mengendalikan dorongan untuk bertindak, kemudian mengidentifikasikan tindakan alternatif serta konsekuensinya sebelum bertindak.

Banyak keterampilan yang merupakan keterampilan antar pribadi: membaca isyarat emosional dan sosial, mendengarkan, mampu menahan pengaruh buruk, menerima sudut pandang orang lain dan memahami tingkah laku mana yang dapat diterima dalam situasi tertentu.

Masalah khusus yang dapat divaksinasi dengan keterampilan ini hampir dapat dilakukan secara acak-hal yang sama berlaku bagi peran keterampilan sosial dan emosional, misalnya, untuk kehamilan remaja yang tidak dikehendaki atau bunuh diri remaja.

Yang jelas, penyebab semua masalah itu sangatlah kompleks, jalin menjalin antara ketentuan biologis, dinamika keluarga, kerumitan kemiskinan dan kebudayaan jalanan dengan rasio yang berbeda.

Tak ada hanya satu campur tangan, termasuk campur tangan yang menargetkan emosi, yang dapat mengklaim menyelesaikan seluruh tugas itu. Tetapi sejauh cacat emosional itu memperbesar resiko seorang anak-dan kita telah melihat bahwa cacat itu sangat memperbesar resiko tadi-perhatian harus diarahkan pada penyembuhan emosional-bukan mengabaikan pemecahan lain, melainkan bersama dengan pemecahan lain itu.

Pertanyaan berikutnya adalah, seperti apa seharusnya pendidikan dalam hal emosi itu ?

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s