Dampak Konflik Orang Tua ?

Blake tumbuh dewasa di sebuah rumah yang besar di lingkungan kelas atas dengan kolam renang di halaman belakang dan mobil mobil bagus di halaman.

Kedua orang tuanya adalah pekerja keras dan berorientasi pada karier: ayahnya adalah pengacara dan ibunya seorang reporter setempat. Setiap kali kedua orang tuanya berkumpul mereka pasti bertengkar dan ketika Blake duduk di kelas tujuh orang tuanya bercerai.

Ayah Blake pindah ke apartemen mewah dekat kantornya. Ia menenggelamkan diri semakin dalam di dalam pekerjaannya dan jarang sekali berusaha meluangkan waktu untuk Blake. Ibu Blake memutuskan untuk memanfaatkan waktu yang hilang; ia mulai sangat memperhatikan penampilannya dan mulai pergi berkencan hampir setiap malam.

Karena terlalu besar untuk dipanggilkan seorang pengasuh anak, Blake lebih banyak sendirian di rumah. Ia mencoba menelepon orang tuanya di tempat kerja untuk bicara dengan mereka, tetapi mendapati bahwa teleponnya biasanya tidak diharapkan.

Karena merasa kesepian ia segera menyadari bahwa rumah besarnya adalah rayuan yang sempurna untuk menarik teman teman. Teman temannya takjub melihat rumah besarnya dan ibunya yang cantik, tetapi Blake menjelaskan kepada mereka :”Ibu pergi keluar dengan pria yang berbeda beda sepanjang waktu; kurasa ia seperti pelacur. Ia menghabiskan semua uang Ayah untuk dirinya sendiri, untuk membeli make up dan pakaian.” Kata katanya tentang ayahnya sama kerasnya:”Ayah tidak punya kehidupan lain di luar pekerjaannya. Ia seperti mayat hidup.”

Bukannya terkesan dengan gaya hidup pekerja keras orang tuanya, Blake merasa ditolak oleh mereka. Ia menjadi pemuda yang suka pesta pora dan hanya peduli untuk bersenang senang. Sebenarnya ia cerdas tetapi tidak mau melakukan apa apa, jadi nilai A dan B yang dengan mudah ia peroleh berganti menjadi D dan F.

Di rumah ia dan teman temannya sering membongkar lemari minuman keras milik ibunya untuk berpesta pora. Blake bahkan mulai menyelundupkan minuman keras ke sekolah. Akhir dari semua ini adalah ketika seorang gadis sekelasnya minum terlalu banyak pada salah satu pestanya dan jatuh sakit.

Ayah gadis itu tiba untuk menjemputnya dan mendapati putrinya sedang menangis dan muntah muntah, dikelilingi oleh anak anak yang mabuk tanpa seorang dewasapun. Ia mengancam untuk memperkarakan orang tua Blake. Ini ditambah dengan rapor akhir tahun Blake yang sangat buruk, menyadarkan orang tuanya pada betapa beratnya masalah mereka berdampak pada diri Blake.

Terapi dan usaha keras selama beberapa bulan berikutnya membantu Blake membereskan sakit hati dan amarahnya, tetapi dalam banyak hal bertahun tahun diabaikan telah menyebabkan kerusakan.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s