Tidak Punya Waktu ?

Walaupun para remaja sangat enggan memintanya, mereka membutuhkan dan menginginkan orang tua mereka.

Terkadang salah seorang dari orang tua dapat menggantikan tugas pasangannya, tetapi jika ketidak seimbangan ini berlangsung terus menerus, kebencian si anak pun semakin terpendam.

Banyak orang tua terlalu sibuk untuk meluangkan waktu dengan anak anak mereka. Mereka mungkin membenarkan hal itu dengan mengatakan bahwa mereka harus bekerja keras agar dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak anak itu, lupa bahwa kehilangan mereka adalah harga yang terlalu mahal untuk di bayar.

Para remaja memiliki ungkapan bagi orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan atau masalah masalah yang memberatkan lainnya untuk mendampingi mereka saat dibutuhkan. Mereka menyebut orang tua itu “dua puluh empat / tujuh” sibuk dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu.

Ini bukanlah istilah yang mengungkapkan rasa sayang; para orang tua ini entah secara fisik atau emosional tidak dapat mendampingi anak anak mereka.

Saat saya bertanya kepada para remaja tentang orang tua yang demikian, banyak yang berpura pura acuh tak acuh atau ngotot bahwa hal itu mengasyikkan karena mereka punya lebih banyak kebebasan.

Jangan percaya. Ini adalah jenis keteledoran di pihak orang tua yang mengakibatkan tekanan besar bagi anak anak mereka.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s