Mengajar vs Menghukum ?

Jadi bagaimana orang tua menentukan konsekuensi yang pantas untuk anak remaja yang telah melanggar batasan ?

Sering kali reaksi normal kita adalah “memberi mereka pelajaran”: memberlakukan konsekuensi yang cukup tegas untuk memastikan pelanggaran itu tidak akan terulang kembali.

Strategi ini secara teoritis memang masuk akal, tetapi pada prakteknya tidak selalu berhasil, karena banyak remaja tidak menyesali tindakan mereka dan bersumpah untuk tidak tertangkap basah lagi.

Selain itu remaja yang sering terlibat dalam masalah telah memiliki kekebalan terhadap hukuman. Mereka bilang pada dirinya sendiri. Aku sudah kehilangan kebebasanku, jadi tidak ada yang lebih buruk lagi daripada itu. Lebih baik jika aku terus melaggar peraturan dan bersenang senang. Inilah sebabnya kita membutuhkan definisi lain dari “memberi pelajaran.”

Untuk mengajarkan sesuatu yang berguna pada anak remaja Anda, buat agar pelajaran itu lebih bersifat mengajar daripada menghukum. Ini membangkitkan pertanyaan tentang bagaimana cara kita mendefinisikan hukuman. Secara teoritis, hukuman yang efektif harus melemahkan intensitas dari perilaku yang tidak diinginkan, yang berarti membuatnya tidak akan terulang lagi.

Saat orang tua mengatakan pada saya bahwa mereka telah menghukum anak mereka selama beberapa bulan, tetapi perilaku buruk itu berlanjut terus, saya mengatakan kepada mereka bahwa hukuman harus diberlakukan.

Memang hal itu membuat orang tua merasa paling tidak mereka telah berbuat sesutu tetapi tidak ada gunanya melanjutkan suatu konsekuensi yang tidak efektif. Hukuman yang efektif seharusnya mengajar, bukannya menghukum.

Itulah sebabnya saya memilih untuk memakai istilah konsekuensi yang membangun bukannya menghukum. Bagaimanapun juga Anda harus mendasarkan tindakan Anda pada kepedulian terhadap anak anak Anda, bukannya keinginan untuk membalas dendam.

Cobalah untuk mengawasi emosi emosi negatif Anda saat Anda merumuskan sutu konsekuensi.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

4 pemikiran pada “Mengajar vs Menghukum ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s