Tetap Tenang Walaupun Marah ?

Kali lain Anda perlu menegakkan batasan dengan memberlakukan konsekuensi, cobalah menuruti saran saran ini.

  1. Tarik napas dalam dalam dan katakan pada diri sendiri bahwa Anda tidak akan berteriak teriak. Anda berhak untuk marah, tetapi amarah yang di ekspresikan dengan tenang dan tidak berbelit belit menyatakan maksud Anda dengan efektif.
  2. Nyatakan konsekuensi Anda dengan jelas. Jelaskan mengapa Anda memutuskan memberlakukan hukuman itu.
  3. Jangan beri kesan pada anak remaja Anda bahwa hukuman itu mendatangkan kesenangan pada Anda. Anda ingin ia mengerti mengapa tindakannya salah dan mencegah mereka mengulanginya lagi nanti. Anda tidak ingin ia membalas karena marah dengan perlakuan yang diterimanya
  4. Definisikan di muka setiap toleransi terhadap hukuman (misalnya, jika anak Anda mengikuti arahan Anda dengan sukarela, Anda mungkin akan mempersingkat masa larangan hingga satu minggu).
  5. Jelaskan persyaratan untuk memberlakukan konsekuensi (Anda akan mengeceknya setiap malam untuk memastikan bahw ia ada di rumah dan tidak menggunakan telepon).
  6. Beritahu dia apa yang bakal Anda lakukan jika ia melanggar peraturan lagi. Ini bukan ancaman, tetapi hanya sekedar pernyataan dari konsekuensi yang akan diberlakukan.
  7. Saat masa hukuman telah berakhir, pelajari kembali insiden tersebut dan pastikan anak remaja Anda mendapat pelajaran darinya. Lalu kembali pada kebiasaan semula.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s