Saling Pengertian ?

Berikut ini adalah adegan yang melibatkan seorang ibu dengan putrinya yang sedang mencari kesepakatan mengenai masalah pribadi.

Jenis diskusi seperti ini sering kali terjadi dengan remaja remaja normal dan merupakan sesuatu yang harus Anda hadapi. Dalam percakapan itu, orang tua dan anak saling bertukar perasaan, saling meyakinkan dan berakhir dengan saling pengertian.

Ibu : Jackie, setiap malam kau masuk ke kamarmu, mengunci pintunya dan menghabiskan berjam jam untuk bicara di telepon.

Jackie : Jadi kenapa ? Aku punya banyak teman yang bisa diajak ngobrol.

Ibu : Kami hanya ingin kau meluangkan sedikit waktu untuk keluarga. Kau tahukan, duduk dan mengobrol atau nonton TV.

Jackie : Itu sangat membosankan. Kau dan Ayah menonton semua acara berita yang membosankan itu. Lebih baik aku tinggal di kamar.

Ibu : Tetapi apa yang kau lakukan di situ semalaman ?

Jackie : Aku tidak tahu, seperti itulah. Mengapa kalian begitu mengkhawatirkannya ?

Ibu : Ibu hanya bertanya tanya, apakah sehat jika berada di kamarmu begitu lama.

Jackie : Nah, Bu, apa yang begitu Ibu khawatirkan ? Kamarku adalah satu satunya tempat di mana tidak seorangpun dapat menggangguku. Aku bisa ngobrol dengan teman temanku tanpa khawatir ada yang menguping setiap kata yang aku ucapkan.

Ibu : Tetapi ibu ingin melihatmu sesekali.

Jackie : Jika begitu mengapa Ibu tidak datang ke kamarku dan mengetuk pintu ?

Ibu : Ibu pikir itu cukup adil. Hanya saja Ibu khawatir denganmu dan takut kalau kalau kau sedang menjauhi Ibu. Ibu benar benar percaya kepadamu, kau tahu.

Jackie : Berhentilah begitu khawatir ! Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Ibu tahu aku akan mendatangi Ibu bila aku punya masalah, seperti yang kulakukan tahun lalu, ketika aku mengalami kesulitan dengan aljabar. Duh !

Bukan hal yang aneh jika orang tua merasa bahwa terkadang mereka semakin menjauh dari anak remaja mereka. Untungnya, Jackie cukup dewasa dan tidak melakukan tindakan yang salah dan ia mengerti bahwa ibunya terlalu berlebihan. Setelah berdiskusi, Jackie meyakinkan ibunya bahwa tidak ada yang perlu ia khawatirkan dan ibunya setuju untuk tidak ikut campur.

Intinya adalah bahwa terkadang Anda harus diam dan membiarkan anak Anda berbuat sesuka hati. Memang ada pengecualian, jika Anda merasa ia ada dalam bahaya. Secara umum, semakin anak remaja Anda kurang begitu berhasil dalam mengatur kehidupan mereka, semakin Anda perlu camput tangan.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s