Gaya komunikasi Anda menentukan arah interaksi di dalam keluarga Anda. Para remaja mungkin lebih dibandingkan kelompok kelompok usia lain, cepat untuk melihat adanya ketidak konsistenanan dalam perkataan atau tindakan Anda, jadi Anda harus berhati hati dengan cara Anda berkomunikasi dengan anak anak Anda.
Jika ada sejarah konflik dalam keluarga Anda, mungkin Anda merasa frustrasi, marah dan perasaan perasaan ini terwujud di dalam cara Anda berbicara pada anak remaja Anda setiap hari. Mungkin nada suara Anda menjadi kasar, Anda bicara dengan lebih keras kepada mereka dibandingkan pada orang orang atau bersikap kasar dan mengkritik. Sebagai akibatnya komunikasi Anda dengan anak remaja Anda akan memburuk.
Dialog ini mengilustrasikan kemarahan, kesalah pahaman dan keterampilan berkomunikasi yang buruk :
Fiona : Bu aku akan menginap di rumah Heather besok malam
Ibu : Tidak bisa, Fiona ini tengah minggu. Kenapa kau tidak pernah menggunakan pertimbangan yang baik ?
Fiona : Ibu jahat ! Ibu selalu membesar besarkan masalah.
Ibu : Jika begitu caramu bicara kepada Ibu, maka sudahi saja percakapan ini. Kau tidak pernah memperlihatkan rasa hormat padaku dan ayahmu.
Fiona : Aku tidak bisa menghormati Ibu. Ibu tidak bisa memahamiku. Apa Ibu akan mengizinkan aku pergi atau tidak ?
Ibu : Dengan caramu memperlakukan kami ? Yang benar saja !
Fiona : Aku tidak tahan dengan Ibu. Ibu begitu kaku ! Orang tua teman temanku tidak ada yang seperti Ibu.
Ibu : Baiklah, jika memang begitu sikapmu, kau tinggal saja di rumah akhir minggu ini.
Fiona (sambil menangis) : Rumah ini menyebalkan. Aku akan pergi dari sini. Enta ibu suka atau tidak, aku akan pergi ke rumah Heather besok malam. Aku tidak akan membiarkan Ibu menghancurkan kehidupanku.
Baik Ibu maupun Fiona keduanya tidak dapat membuat “pesannya” diterima sehingga pihak yang lain bersedia mendengarkan. Si Ibu sering kali menanggapi dengan sinis dan keduanya lalu saling menjuluki dan menuduh. Si Ibu sangat marah dengan tidak adanya rasa hormat dari putrinya dan si anak capek diomeli dan dikritik.
Bukannya berbicara terus terang mengenai perasaan perasaan mereka, masing masing pihak saling menyalahkan yang dibuktikan dengan pesan pesan yang diawali dengan kata “kau” bukannya “aku” (“Engkau” diartikan sebagai tuduhan, sementara pesan “kurasa” bersifat pribadi dan dengan demikian sulit untuk ditantang. Jelas, baik Ibu maupun anak perlu berbuat sesuatu untuk mengkoreksi kesalah pahaman mereka).
Akhirnya, bukannya memfokuskan diri pada masalah yang sedang dihadapi, mereka memakai itu untuk mengungkit ungkit persoalan lama dan menggeneralisasi perilaku selama beberapa waktu (“Kau tidak memakai penilaian yang baik”, “Kau tidak pernah memperlihatkan rasa hormat”).
Sumber : Dr. Neil I. Bernstein, Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, 2006.
Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/