Apa yang Salah ? #2

Jika Ibu Fiona terampil dalam keahlian berkomunikasi, percakapan itu mungkin akan berlangsung begini :

Fiona : Bu, aku akan menginap di rumah Heather besok malam

Ibu : Baiklah, ini tengah minggu, jadi Ibu tidak menyetujui ide itu. Ibu khawatir kau akan ngobrol hingga larut malam dan tidak belajar untuk ujianmu.

Fiona : Oh Bu, Ibu begitu membesar besarkan masalah ! Ku pikir aku sudah cukup dewasa untuk bisa dipercaya.

Ibu : Tunggu sebentar. Aku tidak bilang kau tidak boleh pergi.

Fiona : Baiklah, cara Ibu mengatakannya membuatku berpikir begitu.

Ibu : Bukan itu maksud Ibu. Pada saat ini Ibu sedang mempertimbangkannya, Ibu benar benar hanya ingin mendengar lebih banyak tentang urusan menginap ini.

Fiona : Jadi, apa yang Ibu ingin tahu ?

Ibu : Baiklah, mengapa begitu penting bagimu untuk menginap ? Tidak bisakah kau belajar hingga larut malam lalu pulang ?

Fiona : Astaga, Ibu selalu memperlakukan aku sepertinya aku ini anak kecil. Lupakan saja bahwa aku telah minta izin.

Ibu : Fiona, tolong dengarkan Ibu. Kau bilang kau sangat ingin pergi. Ibu mencoba memberimu kesempatan untuk menjelaskan. Jika kau mau membicarakannya, mungkin kita bisa mencari jalan keluarnya.

Fiona : Baiklah, aku akan mencoba menjawab pertanyaan pertanyaan Ibu.

Ibu : Hanya itu yang Ibu minta. Akan lebih mudah bagi Ibu untuk memberikan izin saat Ibu merasa sudah tahu semuanya.

Kali ini si Ibu tidak bereaksi dengan marah pada komentar komentar Fiona. Ia tetap terfokus pada permasalahan dan mengungkapkan penyebab dari kekhawatirannya. Fiona jelas merasa tidak sabar dan frustrasi, tetapi kali ini percakapan tidak memburuk karena Ibunya mampu menangani permasalahan.

Dengan mengabaikan beberapa komentar yang agak provokatif, si ibu berkonsentrasi untuk mengungkapkan perasaannya tanpa balas menyerang. Dan pada akhirnya Fiona mampu mengikuti teladan Ibunya. Pada akhirnya keduanya merasa lebih baik.

Tentu saja, tidak semua percakapan dengan anak remaja Anda akan berjalan dengan mulus seperti yang satu ini, tetapi Anda harus berusaha menciptakan suatu atmosfir yang kondusif untuk mengungkapkan baik perasaan negatif maupun positif.

Sumber : Dr. Neil I. Bernstein, Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s